Mimpi Cawagub Cok Ace Geliatkan Kopi Kintamani

Punya solusi dalam menjawab kegelisahan soal kopi asal Bangli yang belum maksimal .
Senin, 26 Maret 2018 16:56 WIB Jurnalis - Ranap Simanjuntak

Bangli, Gesuri.id Kopi Kintamani merupakan salah satu produk andalan yang dipunyai Kabupaten Bangli. Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Cok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) pun berhasrat membuat jaya kopi itu makin kesohor dengan rajutan wisata.

Memang kopi Kintamani asal Bangli ini sudah populer hingga ke mancanegara. Sayangnya, produksi olahan kopi belum maksimal buat pemasukan kas daerah. Begitu kesimpulan pengelola pabrik pengolahan kopi Arabika Mengani, Hendarto Setyobudi saat ditemtu Cok Ace Senin (26/3).

Hendarto, menjelaskan dengan jumlah penduduk Bali sebanyak 4,2 juta ditambah jumlah wisatawan mancanegara dan domestik yang tiap hari ke Bali sebanyak 38 ribu orang, kopi seharusnya menjadi industri unggulan yang memberi sumbangsih besar bagi Bali dan masyarakatnya.

Sudah sepatutnya desa-desa di Bangli diberdayakan untuk menjadi motor penggerak industri kopi di Bali. Dari 38 ribu wisatawan itu rata-rata lama tinggalnya adalah tiga hari. Kita ambil saja 20% , maka, diperlukan sekitar 8,5 ton kopi setiap harinya. Dalam setahun kebutuhan kopi di Bali itu 3.800 ton, jelas Hendarto.

Nah, Bali menurutnya, sejatinya masih kekurangan kopi. Hendarto menunjuk jumlah kamar di Bali sebanyak 130 ribu. Untuk kebutuhan 15 orang turis diperlukan 150 gram kopi seduh. Sebulan berarti 19 ton dan setahun 7.200 ton yang dibutuhkan di Bali, katanya.

Baca juga :