Jakarta, Gesuri.id Guru Besar Pusat Studi Asia University of Melbourne, Australia, Vedi R. Hadiz, menilai salah satu penyebab Reformasi Indonesia mengalami kebuntuan adalah kemampuan oligarki beradaptasi dengan sistem demokrasi setelah runtuhnya Orde Baru.
Pandangan tersebut disampaikan Vedi R. Hadiz saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Jalan Buntu Reformasi pada peringatan 30 Tahun Peristiwa Kudatuli di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7).
Menurut Vedi, banyak orang beranggapan oligarki hanya berarti kekuasaan yang dikuasai segelintir konglomerat. Namun, ia menilai pengertian tersebut terlalu sempit.
Bagi saya, oligarki adalah hubungan yang terstruktur antara birokrasi tingkat atas, politisi, dan modal besar yang beraliansi untuk menguasai sumber daya publik demi kepentingan akumulasi privat, ujarnya.
Ia menjelaskan pola hubungan tersebut sebenarnya telah terbentuk sejak masa Orde Baru melalui kolaborasi antara birokrasi, kekuatan politik, dan kelompok bisnis.