Vedi Hadiz: Kudatuli Jadi Simbol Perlawanan yang Mempercepat Reformasi, tetapi Demokrasi Belum Penuhi Cita-cita Keadilan

Kudatuli merupakan momentum bersejarah yang menjadi simbol perlawanan terhadap rezim Orde Baru dan ikut mempercepat lahirnya Reformasi 98
Sabtu, 18 Juli 2026 20:20 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Guru Besar Pusat Studi Asia University of Melbourne, Australia, Vedi R. Hadiz, menegaskan Peristiwa Kudatuli atau Serangan 27 Juli 1996 merupakan momentum bersejarah yang menjadi simbol perlawanan terhadap rezim Orde Baru dan ikut mempercepat lahirnya Reformasi 1998.

Namun, lanjut Vedi, setelah tiga dekade berlalu, cita-cita menghadirkan Indonesia yang lebih adil dinilainya belum sepenuhnya terwujud.

Hal itu disampaikan Vedi dalam Kuliah Umum bertajuk Jalan Buntu Reformasi pada peringatan 30 Tahun Peristiwa Kudatuli di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7).

Menurut Vedi, Kudatuli merupakan puncak dari wajah otoritarianisme Orde Baru yang menelan banyak korban.

Kudatuli adalah peristiwa yang amat bersejarah. Itu merupakan puncak dari otoritarianisme Orde Baru. Banyak orang meninggal, banyak orang dikejar, termasuk teman-teman saya yang sampai sekarang belum ditemukan, ujarnya.

Baca juga :