Jakarta, Gesuri.id Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan Rano Karno mengakui berbagai kritik terhadap perjalanan Reformasi harus dijadikan bahan evaluasi, bukan disangkal.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab membuktikan bahwa demokrasi Indonesia mampu menemukan jalan keluar dari berbagai tantangan.
Pernyataan itu disampaikan Rano dalam Public Lecture Jalan Buntu Reformasi di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (18/7), dalam rangka memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli.
Rano mengatakan sebagai bagian dari pemerintahan, ia tidak ingin bersikap defensif ketika mendengar kritik mengenai kondisi demokrasi Indonesia.
Kebiasaan buruk kami adalah defensif, sedikit-sedikit menjawab kritik dengan daftar prestasi. Hari ini saya tidak mau begitu, katanya.