Jakarta,, Gesuri.id Pimpinan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta pemerintah agar menggunakan indikator gizi yang valid dalam mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai, sebuah program nasional dengan alokasi anggaran yang besar harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Menurut politikus PDIPerjuangan ini, apabila tujuan utama MBG adalah memperbaiki status gizi masyarakat, maka instrumen pengukurannya pun harus merujuk pada indikator status gizi yang sah.
Indikator tersebut, kata Charles, meliputi tingkat penurunan stunting, wasting, underweight, anemia, maupun parameter kesehatan lain yang tercatat secara resmi melalui Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu