Perjuangkan Hak Dasar Warga, Arif Uopdana dan Bupati Spei Minta PLN Wujudkan Listrik 24 Jam di Oksibil

Secara umum, rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik di Pegunungan Bintang masih rendah.
Senin, 03 Agustus 2026 11:00 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Pegunungan, Arif Riyanto Uopdana, mendampingi Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana untuk menemui Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (27/7).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas percepatan peningkatan layanan kelistrikan di Kabupaten Pegunungan Bintang, terutama di ibu kota kabupaten, Kota Oksibil, yang hingga kini belum menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh.

Tadi pagi saya memfasilitasi Bupati Pegunungan Bintang, Bapak Spei Yan Bidana, bertemu Direktur Distribusi PLN Ibu Arsyadany Ghana Akmalaputri guna membahas sejumlah persoalan kelistrikan di Pegunungan Bintang. Kita dorong agar layanan listrik di Oksibil bisa meningkat dari 8 jam menjadi 24 jam, ujar Arif melalui pesan singkat, Senin petang.

Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo

Ia menjelaskan, sistem kelistrikan di Kota Oksibil saat ini masih berstatus Listrik Desa yang mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Tingginya biaya angkut Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan transportasi udara membuat pasokan listrik di wilayah tersebut dibatasi hanya 8 jam sehari, yakni mulai pukul 16.00 WIT hingga 24.00 WIT.

Baca juga :