Jakarta, Gesuri.id - Penambahan alat uji pendukung penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan hilirisasi industri dinilai penting untuk mempercepat proses sertifikasi produk sekaligus mendukung peningkatan daya saing industri nasional.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustrian RI terkait pembahasan RKA-KL dan RKP-KL Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Selama rapat berlangsung, ia menyoroti usulan tambahan anggaran Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) yang salah satunya dialokasikan untuk pengadaan 145 unit alat uji pendukung penerapan SNI dan hilirisasi industri.
Baca:GanjarPranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
Politisi Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu menjelaskan bahwa kebutuhan alat uji menjadi semakin penting seiring meningkatnya permintaan sertifikasi SNI, baik untuk produk dalam negeri maupun barang impor yang masuk ke pasar Indonesia.