Tegal, Gesuri.id - Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, S.T., membakar semangat kader PDI Perjuangan melalui orasi politik bertajuk Meneladani Konsep Trisakti Bung Karno dalam kegiatan konsolidasi politik.
Ia mengajak seluruh kader untuk meneladani ajaran Bung Karno, tidak hanya Marhaenisme, tetapi juga konsep Trisakti sebagai landasan perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat.
"Tujuannya untuk menjaga kemerdekaan yang utuh dan menetapkan keputusan politik yang murni berorientasi pada kepentingan nasional," jelas Kusnendro yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua PDI Perjuangan PAC Tegal Barat, dikutip Selasa (13/10/2026).
Menurut Kusnendro, konsep Trisakti Bung Karno merupakan gagasan yang dikemukakan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, pada 17 Agustus 1964 melalui pidato berjudul Tahun Vivere Pericoloso (TAVIP). Gagasan tersebut bertujuan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang benar-benar merdeka, kuat, berdaulat, dan bermartabat.
Trisakti terdiri atas tiga pilar utama, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ketiganya menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia untuk membangun kemandirian sekaligus mempertahankan jati diri nasional.
Pada pilar pertama, berdaulat di bidang politik, Kusnendro menjelaskan bahwa bangsa Indonesia harus menjadi tuan di rumahnya sendiri serta bebas menentukan arah kebijakan dalam negeri maupun luar negeri tanpa intervensi, tekanan, atau pengaruh kekuatan asing.
Dalam perspektif Kota Tegal, ia mengajak masyarakat untuk menjaga kemandirian politik dan menolak intervensi pihak luar dalam menentukan arah politik daerah.
"Warga Kota Tegal memiliki marwah dan martabat politik sendiri untuk menentukan arah dan nasib politik sendiri tanpa campur tangan pihak lain," jelasnya.
Kusnendro juga berpesan kepada kader dan pengurus PDI Perjuangan di wilayah Tegal Selatan agar menjadi motor penggerak kebangkitan partai. Ia berharap konsolidasi politik tersebut dapat memperkuat kembali dukungan masyarakat terhadap PDI Perjuangan di wilayah tersebut.
"Jika semula mampu mendulang suara hingga 2 kursi keterwakilan di DPRD, maka pada Pemilu mendatang harus mampu mendongkrak kembali suara yang hilang menjadi 2 atau 3 kursi keterwakilan legislatif," ujarnya.
Selanjutnya, Kusnendro menguraikan pilar kedua Trisakti, yakni berdikari di bidang ekonomi. Menurutnya, bangsa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan ekonominya melalui kekuatan nasional tanpa bergantung pada utang maupun kendali ekonomi negara lain.
Prinsip tersebut bertujuan menciptakan kemandirian pasar, memperkuat produksi dalam negeri, serta mengelola sumber daya alam secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kusnendro mengaitkan prinsip berdikari di bidang ekonomi dengan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tegal. Ia menilai pemerintah perlu hadir untuk mendukung pelaku usaha, terutama dalam hal permodalan dan akses pasar.
"Ini kalau di Kota Tegal adalah bangkitnya pasar UMKM sebagai simbol pergerakan perekonomian masyarakat. Bicara UMKM maka bicara permodalan dan pasar. Oleh karena itu, Pemerintah harus hadir untuk memberdayakan keberadaan UMKM," ungkapnya.
Adapun pilar ketiga adalah berkepribadian dalam kebudayaan. Kusnendro menjelaskan, prinsip tersebut mengandung makna bahwa bangsa Indonesia harus memiliki karakter, kepribadian, dan jati diri yang kuat berdasarkan nilai-nilai luhur budaya sendiri, tanpa kehilangan identitas akibat pengaruh budaya asing.
Menurutnya, nasionalisme tidak berarti menolak kebudayaan bangsa lain, melainkan tetap berpegang pada identitas dan kekayaan budaya Nusantara. Gagasan tersebut juga dilatarbelakangi oleh penolakan terhadap sisa-sisa kolonialisme, imperialisme, dan neokolonialisme agar Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan bermartabat.
"Mengutip pernyataan Bung Karno yang dikutip Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, Bung Karno menegaskan sangat jelas, kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini," ungkap Kusnendro.
Melalui orasi politik tersebut, Kusnendro menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Trisakti Bung Karno sebagai pedoman perjuangan kader PDI Perjuangan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas politik dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

















































































