Ikuti Kami

Diintimidasi Oknum AURI, Warga Astra Ksetra Lapor Henry Yoso

Tadi ada Anggota AURI pangkat Mayor ke areal Kampung bersama 2 orang anak buahnya. Kata mereka, AURI akan menggusur semua tanah di areal 700

Diintimidasi Oknum AURI, Warga Astra Ksetra Lapor Henry Yoso
Seorang Anggota AURI di Lanud Pangeran M Bunyamin, Astra Ksetra, Tulang Bawang, Lampung berpangkat Mayor datang menghampiri warga

Menggala, Gesuri.id - Warga Kampung Astra Ksetra, Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung kembali mengadukan perlakuan intimidatif pihak Lanud Pangeran M Bunyamin kepada H. KRH. Henry Yosodiningrat, SH. MH. sebagai Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Lampung II.

"Tadi ada Anggota AURI pangkat Mayor ke areal Kampung Astra Ksetra bersama dua orang anak buahnya. Kata mereka, AURI akan menggusur semua tanah yang ada di sebelah barat, atau bahasa dia orang areal 700. Dengan alasan, bahwa semua hasil yang disuarakan tanah Astra Ksetra itu berita hoaks. Bahkan dia akan memenjarakan saya karena membuat berita yang tidak benar," ungkap Sdr. Oni, perwakilan warga Astra Ksetra yang selama ini menuntut hak warga atas tanah mereka yang diduga diserobot pihak Lanud M Bunyamin kepada Gesuri.id, Selasa (14/5/2019).

Mayor Dody, sambung Oni, yang saat itu datang menghampiri warga juga bisa dituntut pidana makar karena melawan ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah.

"Dalam waktu dekat, pihak AURI akan mengeksekusi di lapangan. Kita warga juga standby menjaga tanah yang memang menjadi hak warga sesuai keputusan yang ditetapkan Negara dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN. Dan pihak AURI bisa kami tuntut kembali karena melawan keputusan pemerintah, sama juga dengan makar," tambah Oni.

Oni menjelaskan, bisa jadi karena Komandan Lanud Pangeran M Bunyamin diganti orang baru, jadi tidak mengerti persoalan menyeluruh kasus sengketa tanah warga Astra Ksetra dengan pihak Lanud Pangeran M. Bunyamin.

Sebelumnya dalam sebuah video yang direkam warga Astra Ksetra menunjukkan dialog seorang dari pihak Lanud Pangeran M Bunyamin dengan warga. Yang pada intinya pihak Lanud belum mengetahui jika sudah ada Surat Putusan yang menyebutkan kasus Astra Ksetra sudah selesai sebagaimana Surat dari Kementerian ATR/BPN.

Berikut kutipan surat dan pembacaan Keputusan penyelesaian kasus tanah Astra Ksetra di DPR berdasarkan Surat Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Nomor 561/37.3-800/IX/2018 tanggal 25 September 2018 yang ditujukan kepada Dirjen Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI:  

"Maka dalam rangka penyelesaian permasalahan tanah Astra Ksetra yang sudah berlangsung cukup lama, akan tetapi terkait juga dengan aspek tata kelola pengadministrasian Barang Milik Negara, maka sekiranya dapat dipertimbangkan untuk tanah Astra Ksetra DILEPASKAN atau DIHAPUSKAN oleh TNI AU, sehingga dapat menyelesaikan konflik antara masyarakat dengan TNI AU dan memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah masyarakat serta kepastian dalam mengusahakan tanah tersebut," ujar Menteri ATR dan Kepala BPN RI, Sofyan Djalil dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2018) Siang.

Dalam video tersebut pihak AURI menyangkal Surat Putusan Kementerian ATR/BPN, karena yang mereka tahu keputusan terakhir sambil menunggu proses penyelesaian, kedua belah pihak baik kubu TNI AU maupun warga Astra Ksetra saling menahan diri dan tidak melakukan aktivitas apapun termasuk menanam atau mendirikan bangunan di areal 700 yang sedang disengketakan.

Namun warga tetap bersikukuh jika selama ini pihak DPR melalui wakil rakyat dari Dapil Lampung II Bapak Henry Yosodiningrat telah membawa aspirasi kasus Astra Ksetra hingga dibahas khusus beberapa kali di DPR dan mengundang sejumlah pihak berwenang.

Dan menurut warga dalam video itu, surat Putusan tersebut sudah ditembuskan dan dikirimkan juga ke pihak Lanud Pangeran M Bunyamin. Dan kasus ini sedang menjadi atensi dari Kementerian Keuangan Cq Dirjen Kekayaan Negara, Kementerian ATR/BPN serta pihak lain yang berwenang menentukan keputusan atas tanah sengketa tersebut.

Quote