Ikuti Kami

Regina Vianney Ayudya, Ketua Bidang Luar Negeri DPP BMI, Jadi Delegasi Indonesia di Silk Road & Asian Civilization Forum 2024

Peradaban-peradaban ini telah memberikan dampak signifikan dalam sejarah global, memengaruhi seni, filsafat, teknologi dan tata pemerintahan

Regina Vianney Ayudya, Ketua Bidang Luar Negeri DPP BMI, Jadi Delegasi Indonesia di Silk Road & Asian Civilization Forum 2024
Regina Vianney Ayudya, Ketua Bidang Luar Negeri DPP Banteng Muda Indonesia

Jakarta, Gesuri.id - Regina Vianney Ayudya, Ketua Bidang Luar Negeri Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Banteng Muda Indonesia, telah menjadi delegasi Indonesia yang turut serta dalam Silk Road & Asian Civilization Forum 2024 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia 28 Maret 2024 lalu.

“Forum ini, mempertegas bahwa Indonesia bersama negara-negara Asia lainnya memegang peranan penting dalam perkembangan peradaban Asia, pertumbuhan ekonomi, dan pertukaran budaya,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (3/4).

Silk Road merupakan jaringan rute perdagangan yang menghubungkan Timur dan Barat, memfasilitasi pertukaran barang, gagasan, dan budaya antara Asia, Eropa, dan Afrika. Peradaban Asia mencakup beragam budaya, termasuk dari China, India, Jepang, Korea, Indonesia, dan banyak lainnya, yang masing-masing memberikan kontribusi unik dalam adat istiadat, tradisi, dan pencapaian kepada dunia.

Peradaban-peradaban ini telah memberikan dampak signifikan dalam sejarah global, memengaruhi seni, filsafat, teknologi, dan tata pemerintahan.

“Saya meyakini bahwa dengan menjalin kerjasama erat dengan beberapa negara di Asia lainnya, Indonesia dapat menjadi negara berdaulat yang kuat baik secara ekonomi maupun politik,” tutup perempuang yang juga pengusaha itu.

Selain Regina, delegasi yang turut hadir dalam acara ini antara lain dari Cina, diwakili oleh H.E Liu Jianchao, selaku Menteri Departemen Internasional Komite Pusat, dari Nepal Mr Ananda Prasad Pokharel, selaku Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nepal, dan Duta Besar Cina untuk Malaysia, H.E Ouyang Yujing.

Quote