Buleleng, Gesuri.id — Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa, mendorong pemerintah pusat untuk memperkuat sarana penanggulangan bencana di Kabupaten Buleleng, Bali. Armada operasional seperti mobil tangki air, kendaraan penyelamat (rescue), hingga asuransi penjaminan bagi relawan dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah.
Kariyasa meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian terkait segera menindaklanjuti usulan tersebut dengan mempertimbangkan tingkat kedaruratan serta mekanisme penganggaran.
Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
"Jika kondisinya sangat darurat, ada Dana Siap Pakai (DSP) yang bisa langsung digunakan. Namun, untuk pengadaan sarana fisik seperti mobil tangki dan kendaraan rescue, perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan program bersama mitra terkait," ujar Kariyasa saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Bupati Buleleng, Bali, Jumat (9/10).
Ia menjelaskan bahwa ketersediaan mobil tangki air sangat vital untuk menanggulangi krisis air bersih saat tanggap darurat, sedangkan kendaraan rescue dibutuhkan guna mempercepat proses evakuasi korban.
Selain fasilitas fisik, perlindungan keselamatan para relawan kebencanaan turut menjadi perhatian utama Komisi VIII DPR RI. Kariyasa memastikan usulan pemberian asuransi bagi relawan kini telah ditindaklanjuti melalui Kementerian Sosial.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Ia menekankan bahwa penguatan sektor kebencanaan tidak hanya berfokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga pada aspek mitigasi dan pencegahan untuk meminimalkan risiko kerugian maupun korban jiwa.
"Prinsip utamanya adalah menyelamatkan nyawa masyarakat. Oleh karena itu, langkah mitigasi yang matang dan respons cepat di lapangan sangat diperlukan agar dampak krisis akibat bencana dapat ditekan semaksimal mungkin," tegasnya.

















































































