Jakarta, Gesuri.id - Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan, Tri Rismaharini, mendesak pemulihan cepat atas sumur warga yang diduga tercemar aktivitas pertambangan kapur di kawasan Sumber Agung, Kabupaten Malang.
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus diprioritaskan tanpa perlu menunggu proses hukum selesai.
Mantan Wali Kota Surabaya dua periode tersebut menyatakan, pemulihan kualitas air dapat dilakukan menggunakan peralatan khusus sesuai karakteristik pencemarannya.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
“Kalau ada alatnya, pemulihan bisa dipasang (berjalan) sebulan,” ujar Risma saat berada di Malang Selatan, Sabtu (17/10).
Menurut Risma, penanganan darurat untuk melindungi warga dari paparan air berbahaya tidak boleh tertunda oleh pengusutan hukum terhadap perusahaan penambang. Langkah nyata seperti penyediaan air bersih dan perbaikan lingkungan harus segera berjalan.
“Soal penegakan hukum, silakan masyarakat mengajukan tuntutan kepada perusahaan jika memiliki bukti kuat. Namun, fokus saya adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat terlebih dahulu,” tegasnya.
Dugaan pencemaran ini menjadi sorotan publik setelah Ketua DPC GMNI Kabupaten Malang, Ulil Albab, mengungkapkan bahwa dua warga laki-laki meninggal dunia pada awal 2026.
Kematian tersebut diduga kuat akibat keracunan air sumur yang tercemar limbah tambang kapur.
Menanggapi hal tersebut, Risma mengingatkan potensi dampak kesehatan yang serius jika kondisi ini dibiarkan. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya pembuktian ilmiah sebelum mengambil kesimpulan.
“Hubungan antara air yang tercemar dengan timbulnya penyakit atau kasus kematian harus dipastikan secara medis melalui pengujian laboratorium,” jelas Risma.
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Ia juga menyinggung opsi pemulihan lingkungan melalui penanaman vegetasi di kawasan terdampak. Namun, Risma menyalakan tanda waspada bahwa reboisasi saja tidak serta-merta mampu membersihkan pencemaran air tanpa adanya intervensi teknis.
Kasus di Sumber Agung ini menjadi peringatan keras bagi pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan limbah pertambangan.
Penanganan menyeluruh mulai dari uji laboratorium, penyediaan air bersih darurat, hingga penegakan hukum diharapkan dapat memberikan kepastian keamanan dan keadilan bagi masyarakat setempat.

















































































