Ikuti Kami

Irine Yusiana Komitmen Perjuangkan Dukungan Negara Bagi Siswa Maluku Utara

Karena pendidikan adalah jembatan emas ke masa depan yang lebih baik.

Irine Yusiana Komitmen Perjuangkan Dukungan Negara Bagi Siswa Maluku Utara
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan dukungan negara bagi para siswa di Maluku Utara, meski kini dirinya duduk di komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan.

"Komitmen saya dan tim Irine Center tidak pernah surut, untuk terus memperjuangkan dukungan negara bagi para siswa di Maluku Utara. Karena pendidikan adalah jembatan emas ke masa depan yang lebih baik," kata Irine dikutip dari Akun Instagram Pribadinya Sabtu (17/10/2026).

Menurut Irine, pendidikan memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan dan kebodohan. Karena itu, upaya memajukan pendidikan di Maluku Utara dinilai menjadi tanggung jawab bersama.

"Bahwa pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk kita memberantas kemiskinan dan kebodohan. Sehingga menjadi tugas semua orang untuk bisa turut memajukan pendidikan di Maluku Utara. Dan bagi saya, ini adalah tugas yang harus diemban," ujarnya.

Irine menjelaskan, dirinya kini duduk di Komisi V DPR RI setelah sebelumnya berada di komisi yang membidangi pendidikan. Perpindahan tersebut dilakukan karena Maluku Utara masih menghadapi berbagai persoalan pembangunan infrastruktur dan perhubungan.

"Dan walaupun sekarang saya duduk di Komisi V, Bapak Ibu, karena yang lalu Patek melihat bahwa Maluku Utara adalah provinsi yang masih sangat tertinggal untuk urusan pembangunan infrastruktur dan juga perhubungan. Sehingga saya dipindah dari Komisi Pendidikan ke Komisi Pembangunan. Karena melihat jembatan masih banyak yang putus, jalan masih banyak yang golong, dan rumah tadi Pak Kepala Desa katakan masih banyak yang tidak layak," tutur Irine.

Menurutnya, perpindahan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mendorong percepatan pembangunan di Maluku Utara. Dia menyebut tugas tersebut tetap menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik.

"Sehingga Partai melihat bahwa saya harus pindah ke Komisi V. Saya bersedia karena itu juga tugas yang mulia, yang saya pikir saya juga harus jalankan, bagaimana saya bisa mendorong kemajuan pembangunan di Maluku Utara," katanya.

Meski berpindah komisi, Irine mengaku tetap meminta agar dukungan terhadap sektor pendidikan, khususnya Program Indonesia Pintar (PIP), untuk Maluku Utara tidak dikurangi.

"Tapi saya bilang sama Partai, saya mau tapi tolong, kuota untuk PIP di Maluku Utara tidak boleh berkurang. Dan puji Tuhan, Alhamdulillah Bapak Ibu sekalian, sampai hari ini saya masih mendapatkan kuota sebanyak Rp25.000 setiap tahunnya untuk dibagikan untuk siswa-siswa dari SD, SMP, SMA, SMK, dan bahkan perguruan tinggi," ungkapnya.

Irine menegaskan keberlanjutan dukungan tersebut tidak terlepas dari doa dan dukungan masyarakat Maluku Utara.

"Ini berkat Doa dan dukungan Bapak Ibu sekalian," pungkasnya.

Quote