Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Lampung I, Sudin, S.E., mengingatkan masyarakat akan bahaya narkoba, judi online, pinjaman online ilegal, serta pentingnya menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan saat melaksanakan reses di Desa Bagelen dan Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
“Jangan takut untuk melapor, dan insya Allah akan kami rehabilitasi. Pengguna itu korban, harus diselamatkan, bukan dipenjarakan,” kata Sudin saat menyampaikan pesan terkait penanganan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat, dikutip Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan reses tersebut, Sudin menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk mendengar secara langsung aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya. Ia menyebut Gedong Tataan sebagai rumahnya sehingga sudah menjadi kewajiban untuk kembali dan mendengarkan kebutuhan warga.
Kehadiran Sudin disambut hangat oleh Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, yang berharap kunjungan tersebut dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat.
“Selamat datang kepada Bapak Sudin, S.E. Ini kebanggaan bagi kami. Semoga aspirasi warga dapat dibawa ke Senayan,” ujar Merdi.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, Aria Guna, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa kegiatan reses menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat. Menurutnya, soliditas partai harus diwujudkan melalui kerja nyata bersama rakyat.
“Pak Sudin sudah empat periode menjabat DPR-RI, hal itu karena kerja politik PDI Perjuangan yang selalu menginstruksikan kami untuk solid bersama rakyat. Reses ini bukan seremonial, tapi mendengar langsung apa yang dirasakan warga Bagelen dan Way Layap,” ucap Aria Guna.
Dalam dialog bersama warga, Sudin menyoroti sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga maraknya praktik judi online yang berdampak pada kehidupan keluarga.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan keuntungan instan yang ditawarkan melalui judi online. Menurutnya, praktik tersebut dapat menimbulkan kecanduan dan menyebabkan kerugian ekonomi, terutama bagi masyarakat kecil.
“Awalnya dikasih menang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, lama-lama ketagihan, habis gaji, habis tabungan, sawah dijual, motor digadaikan. Ingat, bandar judol tidak pernah kalah. Yang kalah itu pasti rakyat kecil,” tegasnya.
Selain judi online, Sudin meminta masyarakat mewaspadai pinjaman online ilegal yang menawarkan kemudahan pencairan dana, tetapi membebankan bunga tinggi dan menerapkan cara penagihan yang kasar, bahkan hingga menyebarkan data pribadi peminjam.
Ia menyarankan warga yang membutuhkan modal usaha agar mengakses layanan perbankan resmi atau memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga terhindar dari jeratan pinjaman ilegal.
Pada aspek keamanan lingkungan, Sudin mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Warga diminta menggunakan kunci ganda, tidak memarkir kendaraan sembarangan, serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling.
Terkait persoalan hukum di tingkat desa, Sudin juga mendorong penyelesaian masalah melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan selama persoalan tersebut masih dapat diselesaikan dengan cara tersebut.
“Jangan sedikit-sedikit lapor polisi kalau masih bisa dimusyawarahkan,” pesannya.
Sudin turut mengingatkan warga mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama karena wilayah Gedong Tataan memiliki fungsi sebagai daerah resapan air. Ia mengajak masyarakat menanam pohon dan menjaga lingkungan untuk mengurangi risiko bencana banjir maupun tanah longsor.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar dampak kerusakan alam tidak berujung pada kerugian warga sendiri.
Dalam kesempatan itu, Sudin juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah di tingkat bawah, termasuk penyaluran pupuk dan bantuan agar tepat sasaran. Ia meminta masyarakat berani melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan kepada kepala desa, camat, maupun aparat penegak hukum.
“Aspirasi dari Bagelen dan Way Layap ini akan saya bawa ke Senayan. Merdeka!” ungkap Sudin.
Pada akhir kegiatan, berbagai aspirasi yang disampaikan warga Desa Bagelen dan Desa Way Layap dicatat untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai berbagai isu hukum, keamanan, sosial, dan lingkungan yang dihadapi di wilayah mereka.

















































































