Ikuti Kami

Gangguan KRL Berulang, Edi Purwanto Desak KAI dan INKA Beri Penjelasan Serius

Sebelumnya tujuh rangkaian KRL produksi INKA telah menjalani pemeriksaan dan perawatan sebelum kembali beroperasi pada 6 Oktober 2026.

Gangguan KRL Berulang, Edi Purwanto Desak KAI dan INKA Beri Penjelasan Serius
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, menyoroti pembatalan 10 perjalanan KRL Commuter Line lintas Bogor–Jakarta Kota pada Senin (19/10/2026) pagi. Pembatalan ini berdampak pada masyarakat yang mengandalkan KRL untuk berangkat kerja dan beraktivitas. 

Edi Purwanto menilai gangguan tersebut perlu mendapat penjelasan serius dari KAI Commuter dan PT INKA. Apalagi sebelumnya tujuh rangkaian KRL produksi INKA telah menjalani pemeriksaan dan perawatan sebelum kembali beroperasi pada 6 Oktober 2026.

“Ini yang perlu kita pertanyakan. Tujuh rangkaian KRL sudah menjalani pemeriksaan dan perawatan, lalu kembali beroperasi pada 6 Oktober. Tapi beberapa hari kemudian masih ada gangguan sampai perjalanan dibatalkan," kata Edi.

"KAI dan INKA perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Masyarakat juga perlu tahu, supaya persoalan ini tidak menimbulkan tanda tanya terus, sudah di lakukan perawatan tapi kemudian ada kendala lagi,” lanjutnya.

Menurut Edi, gangguan teknis memang bisa terjadi dalam operasional kereta. Namun, jika setelah perawatan masih ditemukan masalah, penyebabnya harus ditelusuri dengan baik. Ia meminta KAI dan INKA tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan selesai hanya karena rangkaian sudah kembali beroperasi.

“Saya tidak mau mendahului hasil pemeriksaan teknis. Bisa saja ada hal lain yang memang perlu ditelusuri. Tapi kalau setelah perawatan masih ada gangguan, tentu harus dievaluasi. Apa yang belum beres, itu yang harus dicari dan diselesaikan. Jangan sampai kereta kembali beroperasi, tetapi masalahnya ternyata belum tuntas,” ujarnya.

Legislator PDI Perjuangan Dapil Jambi ini menegaskan, dukungan terhadap produk dalam negeri, termasuk kereta buatan INKA, tetap penting. Namun, kualitas dan keandalan sarana harus menjadi perhatian utama karena kereta tersebut digunakan masyarakat setiap hari.

Ia meminta KAI Commuter dan INKA bekerja sama untuk memastikan penyebab gangguan diketahui dan langkah perbaikannya dilakukan sampai tuntas.

“Kita mendukung produk dalam negeri, termasuk INKA. Tapi tentu kita juga ingin kualitasnya terus dijaga. Kalau ada masalah teknis, ya harus dibenahi sampai benar-benar selesai. Jangan hanya memastikan kereta bisa jalan lagi, tetapi juga pastikan kereta itu aman dan andal saat digunakan masyarakat,” ucapnya.

Di sisi lain, Edi Purwanto meminta KAI Commuter memperhatikan dampak gangguan terhadap penumpang, terutama pada jam berangkat kerja. Menurutnya, ketika ada rangkaian yang tidak bisa beroperasi, KAI harus menyiapkan langkah antisipasi agar kepadatan tidak semakin parah. 

Informasi pembatalan juga menurutnya harus disampaikan dengan cepat sehingga penumpang bisa mempertimbangkan pilihan perjalanan lain.

“Coba bayangkan masyarakat yang setiap pagi harus mengejar waktu masuk kerja. Ketika perjalanan dibatalkan, mereka harus mencari cara lain, sementara stasiun dan kereta yang masih beroperasi bisa semakin padat," jelasnya.

"Karena itu, KAI harus punya langkah antisipasi. Sampaikan informasi dengan jelas, atur perjalanan yang tersedia, dan jangan biarkan penumpang kebingungan ketika gangguan terjadi,” tambahnya.

Ia berharap persoalan ini menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi KAI Commuter maupun PT INKA. Menurutnya, yang terpenting bukan sekadar memperbaiki rangkaian yang bermasalah, tetapi memastikan gangguan serupa tidak terus berulang dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Intinya, kita minta persoalan ini dijelaskan dan diselesaikan dengan baik. Keselamatan tetap yang utama, tetapi masyarakat juga membutuhkan layanan yang bisa diandalkan. KAI dan INKA harus memastikan setiap masalah ditangani sampai tuntas, supaya masyarakat tidak terus menghadapi gangguan yang sama,” pungkasnya.

Quote