Ikuti Kami

Krisis Air Bersih Akibat Kebakaran Gunung Arjuno, PDI Perjuangan Jatim Terjunkan 20 Tangki Air & 200 Relawan

Selain mengancam ekosistem, kobaran api merusak sekitar 5 kilometer jaringan pipa air bersih.

Krisis Air Bersih Akibat Kebakaran Gunung Arjuno, PDI Perjuangan Jatim Terjunkan 20 Tangki Air & 200 Relawan
​Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi.

​Pasuruan, Gesuri.id  — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang dan sekitarnya belum sepenuhnya padam hingga Senin (19/10). 

Selain mengancam ekosistem, kobaran api merusak sekitar 5 kilometer jaringan pipa air bersih, sehingga berdampak pada 2.900 kepala keluarga di kaki gunung yang kini mengalami krisis air.

​Merespons kondisi darurat tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui gerakan PDI Perjuangan Peduli bersama Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih dan menerjunkan ratusan relawan ke lokasi terdampak, seperti Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, menegaskan bahwa fokus utama aksi kemanusiaan ini adalah menjawab kebutuhan paling mendesak dari masyarakat terdampak.

​"Masyarakat tidak membutuhkan banyak pidato. Mereka membutuhkan air bersih, bantuan nyata, dan kepastian bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian," ujar Andri tegas.

​Andri menjelaskan, sebanyak 20 tangki air bersih disiapkan dan didistribusikan secara bertahap mengingat medan menuju lokasi cukup sulit. Selain bantuan logistik air, sekitar 200 relawan BAGUNA diturunkan untuk bergotong royong membantu penanganan di kawasan Arjuno, Gunung Ringgit, Welirang, dan wilayah sekitarnya.

​Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh relawan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan mematuhi komando di lapangan demi menjaga efektivitas penanganan musibah.

​"Gotong royong membutuhkan disiplin. Seluruh relawan wajib berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan pengelola Tahura Raden Soerjo. BAGUNA hadir untuk membantu dan meredakan beban, bukan menambah persoalan di lapangan," kata Andri.

​Aksi tanggap bencana ini, lanjut Andri, merupakan wujud konkret ajakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader menjadi "Pandu Ibu Pertiwi"—yakni senantiasa hadir merawat bumi, menjaga sumber daya alam, dan memulihkan lingkungan ketika terjadi bencana. 

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Menurutnya, kawasan Arjuno-Welirang merupakan penyangga ekosistem vital di Jawa Timur yang harus dijaga keberlangsungannya.

​Lebih jauh, Andri menegaskan bahwa upaya pemulihan tidak boleh berhenti saat api berhasil dipadamkan. Pemetaan kerusakan vegetasi, pemulihan sumber air, serta rehabilitasi habitat satwa harus segera dirancang bersama.

​Ia juga menekankan bahwa seluruh aksi bantuan ini murni didasari oleh nilai kemanusiaan tanpa sekat politik.

​"Bencana tidak mengenal pilihan politik. Air yang dikirim tidak perlu bertanya siapa pilihan warga. Tugas kita adalah membantu saat masyarakat kesulitan," pungkasnya.

Quote