Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan perhatian serius terhadap warga terdampak gempa bumi magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Sumba pada 4 Oktober 2026.
Partai tersebut menyiapkan langkah tanggap darurat dengan mengerahkan struktur partai mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga anak ranting, serta meminta anggota legislatif ikut bergotong royong membantu warga terdampak.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menegaskan partainya tidak ingin hanya menyampaikan rasa prihatin dari jauh. PDI Perjuangan, kata dia, akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebutuhan warga terdampak mendapat perhatian.
“Tidak boleh ada yang menangis apalagi kelaparan,” kata Yunus dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (6/10/2026) di seketertariat PDI Perjuangan NTT terkait penanganan dampak gempa Sumba.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Yunus mengatakan karakteristik gempa Sumba berbeda dengan bencana gempa yang sebelumnya terjadi di Flores. Karena itu, pihaknya sejak awal melakukan koordinasi, pemantauan dan pendataan terhadap kondisi warga serta kerusakan yang terjadi.
Menurut dia, sebagian warga mengalami trauma dan memilih tidak tinggal di rumah karena khawatir terhadap kondisi bangunan. Namun, kondisi tersebut mulai tertangani melalui dukungan pemerintah daerah dan pihak terkait.
Yunus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, termasuk kepala daerah di wilayah terdampak, yang telah turun langsung ke lapangan.
“Kita tidak hanya mendorong logistik lalu memantau dari jauh, tetapi kita turun langsung,” tegasnya.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Bidang Politik sekaligus Korwil Dapil Sumba, Anton Landi, mengatakan kehadiran partai di tengah warga terdampak merupakan bentuk komitmen untuk bersama masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi sulit.
Ia menyebut partai akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi darurat di lapangan.
“Terutama bagi warga, kami akan selalu hadir, menangis dan tertawa bersama rakyat, terlebih di masa-masa sulit seperti saat ini,” ujar Anton.
Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan NTT, Simon Petrus Nilli, menyebut dampak gempa telah dirasakan di sejumlah wilayah Sumba.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan dalam koordinasi penanganan bencana, kerusakan tidak hanya terjadi di Sumba Barat Daya, tetapi juga telah terdata di Sumba Barat dan Sumba Timur.
Data BPBD NTT hingga 6 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA mencatat sebanyak 299 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 299 rumah mengalami kerusakan dengan rincian empat rumah rusak berat, 13 rusak sedang dan 282 rusak ringan.
Selain rumah warga, gempa juga berdampak pada fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, rumah ibadah dan sejumlah bangunan perkantoran. Satu orang dilaporkan mengalami luka.
Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Perempuan dan Anak PDI Perjuangan NTT, Lili Adoe, mengatakan partai telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak membantu warga terdampak.
Instruksi tersebut mencakup struktur partai di tingkat kabupaten, kecamatan hingga anak ranting, serta anggota legislatif yang berada di wilayah terdampak.
“Kami meminta teman-teman, jajaran partai di tingkat kabupaten, kecamatan sampai anak ranting dan juga anggota legislatif supaya langsung bergotong royong untuk menyalurkan bantuan,” katanya.
Menurut Lili, bantuan telah dikumpulkan dan mekanisme penyalurannya akan dilakukan melalui struktur partai yang berjenjang.
Anton Landi dijadwalkan turun langsung ke lapangan bersama tim untuk mengoordinasikan penyaluran bantuan kepada keluarga terdampak.
“Kehadiran kami tidak hanya secara fisik atau sekadar menyampaikan empati, tetapi kami ingin hadir langsung untuk menyampaikan bantuan kepada masyarakat,” ujarnya.
PDIP Minta Warga Tak Terpancing Hoaks
Yunus juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, tetapi tidak berlebihan dalam menyikapi situasi.
Ia meminta masyarakat mendapatkan informasi mengenai gempa dari sumber resmi, terutama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan percaya hoaks. pastikan informasi terpercaya tetap dari BMKG,” katanya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Yunus mengatakan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah juga diminta memastikan rumah yang sudah tidak layak huni mendapat penanganan sehingga warga tidak dipaksa kembali ke bangunan yang berisiko.
PDI Perjuangan NTT, lanjutnya, akan terus memantau kebijakan pemerintah dalam penanganan dampak gempa, termasuk memastikan kebutuhan warga terdampak mendapat perhatian.
“Pesan kami dari PDI Perjuangan, mereka tidak sendirian,” tegas Yunus.
Gempa magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 06.55.52 WITA. Pusat gempa berada sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

















































































