Sumedang, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Sumedang, Asep Ronny Hidayat, S.A.P., M.A.P., mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk menjadikan sejarah Rumah Kos Kwitang sebagai inspirasi dalam membangun persatuan, berpikir kritis, serta mengawal perubahan sosial dan politik.
Menurutnya, semangat persatuan dan perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa di tengah keberagaman identitas dan keterbatasan yang ada.
“Rumah Kos Kwitang mengajarkan kita bahwa sejarah besar tidak selalu lahir dari tempat yang megah, tetapi dari keberanian untuk bersatu dalam perbedaan. Sebagai generasi penerus bangsa mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai inspirasi, terutama bagi Gen Z sudah saatnya berani berpikir kritis, membangun kolaborasi lintas identitas, dan mengawal perubahan sosial-politik,” kata Asep Ronny Hidayat yang juga sebagai Ketua Banteng Muda Indonesia Kabupaten Sumedang ini, pada Selasa (20/10/2026).
Ia menilai, Rumah Kos Kwitang menjadi pengingat bahwa perjuangan dan gagasan besar tidak selalu berawal dari tempat yang mewah atau fasilitas yang memadai. Lebih dari itu, keberanian untuk bersatu, membangun gagasan, dan memperjuangkan kepentingan bersama merupakan hal penting dalam mendorong perubahan.
“Fasilitas boleh terbatas, tetapi gagasan, persatuan, dan semangat perjuangan tidak boleh berbatas. karena sejarah ditulis oleh generasi yang berani bertindak, bukan sekadar berwacana,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang tersebut.
Asep menekankan, semangat Sumpah Pemuda perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata oleh generasi muda saat ini. Gen Z diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial dan politik, tetapi juga mampu mengambil peran aktif melalui pemikiran kritis, kolaborasi lintas identitas, serta keterlibatan dalam mengawal perubahan yang berpihak kepada masyarakat.
Menurutnya, perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk membangun persatuan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan gerakan bersama dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat perjuangan generasi terdahulu harus terus dijaga agar tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Nilai-nilai persatuan, keberanian, dan tanggung jawab perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Melalui refleksi sejarah Rumah Kos Kwitang dan semangat Sumpah Pemuda, Asep berharap generasi muda, khususnya Gen Z, semakin berani mengambil tanggung jawab dalam menentukan arah perubahan sosial-politik serta berkontribusi membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Ikuti rangkaian publikasi Sumpah Pemuda ini dan sambut Merah Muda Fest pada 25 Oktober 2026. Mari lanjutkan semangat Sumpah Pemuda dengan menjadi bagian dari Millennium Public Pulse 28 pada 28 Oktober 2028. Informasi lebih lanjut mengenai acara dapat diakses melalui merahmudafest.com.

















































































