Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Heru Kurniadi, S.Sos., menilai semangat pemuda dalam merajut kebinekaan perlu diwujudkan melalui kolaborasi lintas komunitas, pemanfaatan ruang digital, serta keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawal kebijakan publik.
Menurut Heru, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda dalam Sumpah Pemuda tetap relevan bagi generasi saat ini, khususnya Generasi Z (Gen Z) dan generasi berikutnya. Perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang, melainkan modal untuk membangun solidaritas dan memperjuangkan kepentingan bersama.
“Menurut pandangan saya semangat pemuda dalam merajut kebinekaan dapat diterapkan oleh Pemuda khususnya Gen Z dengan menjadikan perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik sebagai kekuatan untuk membangun persatuan bangsa,” kata Heru.
Ia juga menyoroti peran media sosial sebagai ruang untuk membangun kolaborasi dan menyatukan aspirasi masyarakat. Melalui koalisi digital dan gerakan sosial lintas komunitas, generasi muda dinilai dapat memperluas partisipasi publik sekaligus mendorong kerja sama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Melalui koalisi digital dan gerakan sosial lintas komunitas, para pemuda yang masuk kategori Gen Z dan gen selanjutnya dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar, menyatukan aspirasi masyarakat, serta mengajak berbagai kelompok bekerja sama memperjuangkan kepentingan rakyat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa keterlibatan pemuda dalam kehidupan berbangsa tidak cukup hanya melalui aktivitas di media sosial. Generasi muda juga perlu mengambil peran dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan publik berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat.
“Selain itu, Pemuda harus aktif mengawal kebijakan publik melalui kritik yang konstruktif, berbasis data, dan disampaikan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia berpandangan bahwa nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk keberanian memperjuangkan keadilan dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah. Dengan demikian, kecintaan terhadap Tanah Air tidak hanya menjadi perasaan atau simbol, tetapi juga tercermin dalam kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Bagi saya, nasionalisme bukan sekadar mencintai Indonesia, tetapi juga berani memperjuangkan keadilan dan mengawasi pemerintah demi kepentingan bersama,” ungkapnya.
Heru menambahkan, perbedaan pilihan politik tidak seharusnya memecah belah persatuan. Sebaliknya, keberagaman pandangan perlu dikelola sebagai bagian dari kehidupan demokrasi dengan tetap mengedepankan tujuan bersama, yakni menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, dan membangun Indonesia yang lebih baik.
“Berbeda pilihan, tetap satu tujuan sama dengan menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, dan membangun Indonesia yang lebih baik,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Heru menyampaikan pesan semangat kemerdekaan sebagai pengingat bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan berkontribusi bagi bangsa.
“Merdeka.....”

















































































