Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, Rita Haryati, mendorong Generasi Z (Gen Z) dan kaum muda untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana.
Kedekatan generasi muda dengan teknologi digital dinilai dapat menjadi modal penting untuk mempercepat penyebaran informasi kebencanaan sekaligus membangun budaya sadar bencana yang sigap dan tidak mudah panik.
”Generasi muda bisa memanfaatkan kedekatan mereka dengan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan informasi kebencanaan secara cepat dan terarah,” ujar Rita, dikutip Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta yang didominasi kalangan muda, mulai dari remaja Desa Blaran hingga siswa kelas XI SMAN 1 Barat. Melalui sosialisasi ini, Rita mengajak generasi muda memahami pentingnya mitigasi bencana sekaligus mengambil peran dalam menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.
Menurut Rita, kecepatan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk meminimalkan risiko ketika bencana terjadi. Karena itu, penggunaan media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga X perlu diarahkan untuk menyampaikan edukasi mitigasi, informasi kesiapsiagaan, dan peringatan dini secara bijak.
Informasi yang disebarkan melalui platform digital, lanjutnya, harus bersumber jelas dan disampaikan secara tepat agar masyarakat dapat mengambil langkah yang diperlukan. Dengan pemahaman yang baik, warga diharapkan lebih siap menghadapi keadaan darurat dan tidak mudah terpancing kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi.
*Dorong Kesiapsiagaan dari Lingkungan Keluarga*
Selain mendorong peran di ruang digital, Rita meminta generasi muda terlibat langsung dalam kegiatan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing. Bentuknya antara lain aktif dalam komunitas kepemudaan, mengikuti pelatihan mitigasi bencana hidrometeorologi maupun geologi, serta mempelajari simulasi pertolongan pertama bagi korban.
Rita juga mengajak anak muda membangun kebiasaan siaga bencana mulai dari rumah. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) berisi kebutuhan penting yang dapat digunakan ketika keadaan darurat terjadi.
”Pemahaman dan langkah antisipasi harus dimulai sejak dini. Hal sederhana seperti menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, dan pakaian darurat sangat vital saat kondisi kritis,” jelasnya.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan tidak harus menunggu bencana datang. Persiapan sejak dini, pemahaman jalur evakuasi, serta kemampuan mengikuti arahan petugas dapat membantu masyarakat merespons situasi darurat dengan lebih terarah.
Rita juga mengingatkan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana. Perlindungan terhadap warga perlu didahulukan dibandingkan upaya menyelamatkan harta benda.
*Pariwisata Magetan Harus Selaras dengan Mitigasi Bencana*
Dalam kegiatan yang sama, sosialisasi turut membahas Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Kabupaten Magetan. Rita memaparkan bahwa pengembangan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah perlu berjalan beriringan dengan penerapan prinsip keselamatan.
Menurut Ketua Komisi B DPRD Magetan tersebut, kawasan wisata di Magetan perlu mengedepankan sistem keselamatan dan mitigasi bencana yang terpadu. Langkah itu diperlukan untuk melindungi wisatawan sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan lokal.
Pengelolaan kawasan wisata yang memperhatikan potensi risiko bencana, kesiapan jalur evakuasi, serta penyampaian informasi keselamatan menjadi bagian penting dalam membangun destinasi yang aman bagi pengunjung.
Melalui sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2015 dan pembahasan Ripparda tersebut, Rita berharap pelajar serta pemuda Desa Blaran tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang responsif, mulai dari menyebarkan informasi kebencanaan yang akurat, mempersiapkan diri dan keluarga, hingga berpartisipasi dalam upaya mitigasi di lingkungan sekitar.

















































































