Sumsel, Gesuri.id - Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan sekaligus Anggota DPRD Sumsel, Ade Kurniawan, mendorong generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk berani terjun ke dunia usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi harus mampu memanfaatkan kreativitas, keterampilan, dan perkembangan teknologi untuk membangun peluang ekonomi.
"Anak muda Sumatera Selatan harus berani mengambil peluang. Jangan hanya menunggu kesempatan datang, tetapi ciptakan kesempatan itu sendiri. Kita tidak boleh berpikir bahwa untuk memulai usaha harus memiliki modal besar," ujar Ade.
Pernyataan tersebut disampaikan Ade dalam kegiatan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan di markas DPD PDI Perjuangan Sumsel, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan generasi muda agar memiliki keterampilan dan keberanian dalam membangun usaha mandiri.
Ade mengatakan, membangun usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Anak muda dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki, mengembangkan ide sederhana, serta menggali potensi lingkungan sekitar untuk menciptakan produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomi.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dan dunia digital sebagai sarana mengembangkan UMKM. Salah satunya melalui penggunaan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran, memperkenalkan produk, dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan pasar.
"Jangan sampai kita menjadi generasi yang hanya menjadi penonton di tengah perkembangan zaman. Kita harus menjadi pelaku, penggerak, bahkan pencipta perubahan. Saya ingin melihat anak-anak muda Sumatera Selatan menjadi pengusaha-pengusaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya," tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumsel, Susy Imelda Frederika, menilai pemberdayaan generasi muda melalui pelatihan UMKM merupakan langkah penting untuk membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, anak muda memiliki potensi dan kreativitas besar yang perlu didukung melalui pembekalan keterampilan, pengetahuan, serta pendampingan agar dapat berkembang menjadi usaha produktif.
"Jangan sampai kreativitas hanya menjadi ide atau sekadar angan-angan. Kita ingin anak muda mampu mengubah ide menjadi produk, produk menjadi usaha, dan usaha menjadi sumber penghasilan," kata Susy.
Susy juga mengingatkan peserta agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan dalam merintis usaha. Baginya, kegagalan dan pengalaman merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk membentuk mental serta kemampuan seorang wirausahawan.
"Jangan takut gagal dan jangan mudah berkecil hati. Mulailah dengan usaha yang sesuai kemampuan, kelola dengan baik, jaga kualitas produk, dan bangun kepercayaan konsumen," imbuhnya.
Dorongan serupa disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel sekaligus Anggota DPRD Sumsel, Romiana Hidayati. Ia menekankan pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak usia muda, terutama bagi perempuan dan generasi muda yang ingin membangun kemandirian ekonomi.
Menurut Romiana, UMKM tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga memiliki peran dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, membuka kesempatan kerja, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Kemandirian ekonomi harus mulai kita bangun dari sekarang. Anak muda harus memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi. Jangan selalu bergantung pada kesempatan kerja yang tersedia, tetapi mulailah menciptakan peluang usaha sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan dalam membangun usaha membutuhkan perencanaan, kedisiplinan, ketekunan, serta pengelolaan keuangan yang baik. Pelaku UMKM juga harus mampu menjaga kualitas produk dan memahami kebutuhan pasar agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Menjadi pengusaha tidak cukup hanya bermodalkan semangat. Harus ada perencanaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus berinovasi. Pisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, perhatikan kualitas produk, dan jangan berhenti belajar," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Diah Lestari, menyebut generasi muda sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, menurutnya, anak muda perlu mendapatkan ruang, kesempatan, dan dukungan untuk mengembangkan kreativitas serta potensi kewirausahaan.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang usaha baru. Dengan inovasi dan pemanfaatan platform digital, generasi muda dapat memulai usaha dari skala kecil hingga mengembangkannya menjadi bisnis yang lebih besar.
"Saya ingin anak-anak muda jangan pernah merasa bahwa masa depan mereka terbatas hanya karena belum mendapatkan pekerjaan. Justru saat ini banyak peluang yang bisa kita ciptakan melalui kreativitas dan inovasi. Gunakan kemampuan yang dimiliki, manfaatkan teknologi, dan jangan takut mencoba sesuatu yang baru," katanya.
Diah juga berharap pelatihan UMKM tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Ia ingin para peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun jaringan, bertukar pengalaman, serta mengembangkan ide usaha yang dapat direalisasikan.
"Jangan pulang dari pelatihan ini hanya membawa sertifikat atau pengetahuan, tetapi pulanglah dengan semangat baru, ide usaha, dan tekad untuk memulai," harapnya.
Melalui kegiatan pelatihan tersebut, DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan berharap semakin banyak generasi muda yang berani memulai usaha, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang ekonomi. Dengan demikian, Gen Z tidak hanya menjadi bagian dari angkatan kerja, tetapi juga dapat berkontribusi membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat perekonomian daerah.

















































































