Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mendorong kader Generasi Z (Gen Z) untuk menguasai dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyuarakan kebenaran serta melawan disinformasi di ruang publik.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki literasi politik yang kuat dan keberanian menyampaikan fakta di tengah derasnya arus informasi digital.
“Bagi anak-anak muda, siapa dan di mana pun kalian, terbiasa biasakan untuk menyuarakan kebenaran. Kalau melihat kalian gak benar, kalian harus berani menyampaikan kebenaran, jangan hanya diam,” ujar Deni, dikutip Rabu (21/10/2026).
“Karena kebohongan yang disampaikan berulang-ulang suatu saat akan diterima sebagai kebenaran,” lanjut pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim itu.
Pesan tersebut disampaikan Deni saat memberikan pembekalan kepada 106 kader muda dalam kegiatan Sekolah Partai di Palm Hotel, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PDI Perjuangan Jawa Timur membekali generasi muda dengan pendidikan politik dan kemampuan menghadapi tantangan di ruang digital.
Deni menyoroti tingginya ketergantungan generasi muda terhadap gawai yang membuat mereka rentan terpapar disinformasi apabila tidak dibekali literasi digital dan politik yang memadai. Karena itu, ia mengingatkan para kader muda agar tidak bersikap pasif ketika menemukan informasi yang memutarbalikkan fakta.
Menurut Deni, kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting menjelang Pemilu 2029, ketika kelompok pemilih muda diperkirakan memiliki peran besar dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam menyerap informasi di media sosial dapat memengaruhi pilihan politik masyarakat. Dampaknya, kata dia, dapat dirasakan oleh masyarakat luas, terutama generasi muda yang tidak memiliki privilege atau hak istimewa dalam kehidupan sosial dan politik.
“Ini yang saya harap membedakan kawan-kawan yang hadir saat ini agar bisa bijak memilih calon pemimpin dan wakil rakyat, karena dampak salah memilih pemimpin itu dampak kerusakannya luar biasa. Karena kalau kondisi seperti ini terus, maka yang tidak punya privilege, perjuangan kalian akan berat sekali,” ujar Deni.
Untuk menjawab tantangan dalam menyampaikan pendidikan politik kepada generasi muda, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga menginisiasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengemas materi sejarah dan nilai-nilai Bung Karno.
Melalui pendekatan visual yang ringkas dan sesuai dengan perkembangan zaman, materi tersebut diharapkan lebih mudah dipahami dan menarik bagi Gen Z, khususnya dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan politik.
Deni menilai pendekatan tersebut perlu dikembangkan seiring perubahan pola konsumsi informasi generasi muda, termasuk kecenderungan sebagian anak muda yang kurang bertahan menyimak konten edukasi berdurasi panjang. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pendidikan politik diharapkan dapat disampaikan secara lebih efektif tanpa meninggalkan substansi materi.
Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa program rekrutmen kader muda tersebut secara khusus menyasar anak-anak muda yang belum memiliki pengalaman dalam dunia politik. Langkah ini dilakukan agar mereka memperoleh pendidikan politik yang positif sejak awal serta memiliki pemahaman mengenai peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga mengutip semangat perjuangan Bung Karno yang menempatkan pemuda sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, generasi muda perlu mengisi ruang publik dengan gagasan, keberanian, dan karya nyata untuk mendorong kemajuan Indonesia.
Pada akhir kegiatan, Deni membagikan pengalaman pribadinya ketika menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga hingga akhirnya memilih bergabung dengan PDI Perjuangan. Ia menyebut kesempatan bagi kader yang memulai perjalanan dari bawah menjadi salah satu hal yang membuatnya yakin terhadap partai tersebut.
“Saya pikir dan pelajari, dari semua partai itu di PDI Perjuangan banyak orang yang betul-betul dari nol bisa menjadi orang hebat yang diberi kepercayaan, punya integritas tinggi. Yakinlah di PDI Perjuangan kalian bisa menggantungkan mimpi dan cita-cita,” pungkasnya.

















































































