Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah menilai demokrasi pada masa kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berjalan cukup lambat. Sementara pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ruang demokrasi dinilainya mulai lebih terbuka.
"Bagi saya ruang demokrasi zaman Jokowi itu slow, tidak maju dan tidak mundur. Cuma batasan kekuasaan dan tugas institusi negara jangan dicampur atau digabung," kata Falah, Rabu (23/9/2026).
Menurut Falah, pemisahan batas kewenangan dan tugas antar-institusi negara diperlukan agar setiap lembaga dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan mandiri.
Dengan begitu, lanjutnya, institusi negara menjadi profesional dan mandiri. Menurutnya perlu ada ruang partisipasi yang cukup diberikan, namun terkadang keputusan di era Jokowi tidak memuaskan hati publik.
"Di zaman Prabowo, demokrasi sedikit memberikan ruang yang baik. Di mana demonstrasi dilonggarkan, proses hukum yang tidak fair bisa diintervensi dengan pendekatan hukum," ujarnya.
Namun, Falah menilai masih terdapat aspek yang perlu dimaksimalkan dalam kehidupan demokrasi, salah satunya terkait partisipasi kelompok masyarakat sipil dalam proses pemerintahan.
"Partisipasi kelompokcivildalam proses menjalankan kekuasan sebagai kepala negara harus lebih di maksimalkan, sehingga kelompokcivilmemiliki rasa memilik dalam masa pemerintahan Prabowo," pungkasnya.

















































































