Ikuti Kami

Ajak Perempuan Kelola Sampah dari Rumah, Agustina Tekankan Pentingnya Kesadaran Lingkungan

Menurutnya, perempuan memiliki posisi yang setara dan strategis sebagai motor penggerak perubahan dari lingkungan terdekat.

Ajak Perempuan Kelola Sampah dari Rumah, Agustina Tekankan Pentingnya Kesadaran Lingkungan
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Semarang Gesuri.id — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menggerakkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah mandiri mulai dari lingkup rumah tangga. 

Menurutnya, perempuan memiliki posisi yang setara dan strategis sebagai motor penggerak perubahan dari lingkungan terdekat.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Pesan tersebut disampaikan oleh Agustina saat menghadiri acara talkshow bertajuk “Perempuan, Keluarga, dan Masa Depan Kota Semarang” dalam rangkaian kegiatan “Perempuan Bicara, Semarang Bergerak” yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang serta diikuti oleh ribuan kader.

“Laki-laki dan perempuan itu seperti sepasang sayap dari seekor burung yang terbang tinggi. Jika salah satu sayap itu patah, maka burung itu tidak akan dapat lagi terbang. Kita berada pada posisi sebagai salah satu sayap apabila Kota Semarang ini ingin maju. Posisi kita setara,” ujar Agustina Wilujeng, Kamis (8/10).

Agustina menekankan bahwa kepedulian terhadap pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, terlebih di tengah tantangan penanganan musibah kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Selain masalah lingkungan, ia juga mengarahkan peran perempuan untuk mendukung penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) melalui program Waras Ekonomi. Peran aktif perempuan juga sangat dibutuhkan dalam mempercepat penanganan stunting serta merealisasikan rencana pembentukan Rumah Inspirasi Disabilitas di setiap kecamatan.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

“Kesadaran (awareness) terhadap sampah yang ada di wilayah kita itu datangnya dari kita. Bapak-bapak wis ora sabar. Kenapa? Karena kita tekun. Maka cocok ini perempuan berbicara, Semarang bergerak. Tugas kita adalah membangunkan kesadaran masyarakat,” tegas Agustina.

Ia berharap gerakan perempuan tidak berhenti sebatas seremonial di dalam organisasi saja, melainkan dapat ditularkan secara nyata ke lingkungan sekitar guna memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

“Mari kita berbicara tidak hanya untuk bergerak secara sendiri, tetapi juga untuk menggerakkan lingkungan kita. Melakukan sesuatu untuk memberi manfaat dan menyebarkan energi positif bagi lingkungan tempat kita,” pungkasnya.

Quote