Ikuti Kami

Bupati Gresik Minta Program Bunda Puspa Tidak Berhenti Pada Pelatihan

Menurut Gus Yani, keberhasilan Bunda Puspa tidak cukup dilihat dari jumlah perempuan yang mengikuti pelatihan.

Bupati Gresik Minta Program Bunda Puspa Tidak Berhenti Pada Pelatihan
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kamis (8/10) - Foto: Web DPD PDI Perjuangan Jatim

Gresik, Gesuri.id - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni harus didorong menjadi perempuan yang mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan usaha.

Pesan itu disampaikan Fandi saat membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo.

Menurut Gus Yani, keberhasilan Bunda Puspa tidak cukup dilihat dari jumlah perempuan yang mengikuti pelatihan. Yang lebih penting adalah dampaknya setelah pelatihan, terutama kemampuan peserta meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan ekonomi.

“Yang saya inginkan, kader-kader Bunda Puspa kesejahteraannya semakin naik,” ujar Gus Yani sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Gresik tersebut, Kamis (8/10/2026).

Karena itu, ia meminta alumni Bunda Puspa mendapat pendampingan hingga mampu menjadi pelaku usaha. Pendampingan dapat mencakup legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), akses permodalan hingga pengembangan usaha.

“Bunda Puspa ini didampingi, dilatih, kemudian dilepas ke masyarakat. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, selesai juga programnya. Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjadi pelaku usaha,” tegasnya.

Fandi juga mendorong Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan untuk ikut mengawal alumni Bunda Puspa agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha yang produktif.

Tak hanya mandiri untuk dirinya sendiri, alumni Bunda Puspa diharapkan mampu menjadi penggerak bagi perempuan lain di lingkungannya. Mereka diminta menularkan keterampilan dan pengalaman mulai dari tingkat dusun, desa, RT hingga RW.

“Minimal alumni Bunda Puspa bisa menjadi alumni yang hebat. Bisa mengajar di lingkungan terkecil, di dusun, desa, RT maupun RW. Punya pengalaman dan mampu mendampingi perempuan-perempuan lain agar semakin hebat,* lanjutnya.

Program Bunda Puspa telah berjalan di Gresik sejak 2022. Fandi meminta keberadaan alumni mulai dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap masyarakat.

“Sekarang kita harus melihat, apakah lulusan atau alumni Bunda Puspa sudah memberikan dampak di tengah masyarakat. Itu yang harus kita kawal bersama,” katanya.

Program tersebut melibatkan perangkat daerah, perguruan tinggi, pemerintah kecamatan dan organisasi perempuan. Pemkab Gresik menargetkan Bunda Puspa mampu melahirkan lebih banyak perempuan yang mandiri secara ekonomi dan menjadi penggerak pemberdayaan di lingkungannya.

Quote