Ikuti Kami

Kunjungan ke Sekolah Rakyat Semarang,  Ansari Tersentuh Kisah Hidup Andini

Ansari berpesan agar mereka senantiasa rajin belajar, tetap bersemangat, dan tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita.

Kunjungan ke Sekolah Rakyat Semarang,  Ansari Tersentuh Kisah Hidup Andini
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura Raya), Hj. Ansari

Semarang, Gesuri.id — Kunjungan kerja Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura Raya), Hj. Ansari, ke Sekolah Rakyat di Tembalang, Kota Semarang, menyisakan momen haru. 

Kunjungan yang berlangsung di Jalan Pengkol Raya Nomor 22, Rowosari, Kecamatan Tembalang tersebut awalnya diagendakan untuk meninjau langsung kondisi lokasi serta kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.

Namun, di balik agenda peninjauan tersebut, perjumpaan Hj. Ansari dengan salah satu siswi bernama Andini justru menjadi pengalaman yang paling membekas di hatinya. Ia mengaku sangat tersentuh setelah mendengarkan kisah hidup Andini yang tetap tegar dan bahagia bersekolah di tengah keterbatasan keluarga.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Di balik keceriaannya sehari-hari, Andini ternyata menyimpan kisah hidup yang penuh tantangan. Ibunya telah meninggal dunia saat usianya baru menginjak enam tahun, sementara sang ayah kini harus menjalani hukuman penjara akibat kasus narkoba. Kendati demikian, bocah perempuan tersebut mengaku sangat senang bisa terus bersekolah dan memiliki banyak teman.

Kebahagiaan sederhana yang ditunjukkan Andini begitu membekas di hati Hj. Ansari. Legislator yang juga mantan guru PAUD di Pamekasan selama belasan tahun ini menilai bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, perhatian, serta kesempatan emas untuk meraih masa depan yang lebih baik, tanpa memandang latar belakang keluarga mereka.

Dalam kunjungan tersebut, Hj. Ansari sempat mengira Andini adalah seorang anak laki-laki lantaran rambutnya dipotong pendek dan tidak mengenakan anting. Ia kemudian memahami bahwa penampilan seragam tersebut diterapkan pihak sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan para siswa.

Suasana keakraban tampak jelas ketika Hj. Ansari dengan penuh kehangatan memberikan motivasi kepada Andini dan anak-anak lainnya.

Ia berpesan agar mereka senantiasa rajin belajar, tetap bersemangat, dan tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita. Bahkan, saat rombongan hendak berpamitan, sejumlah anak tampak enggan berpisah dan terus mendekat seolah tidak ingin mengakhiri kebersamaan.

“Sebagai ibu, saya merasa sangat terharu melihat anak-anak ini. Semoga mereka mendapatkan pendidikan yang tepat di Sekolah Rakyat ini sehingga kelak menjadi khairunnas anfa’uhum linnas,” ungkap Hj. Ansari.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Ungkapan tersebut, menurutnya, mengandung harapan besar agar anak-anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama manusia. Berbekal pengalaman panjangnya di dunia pendidikan anak usia dini, ia menyadari betul bahwa perhatian sederhana seperti menyapa, mendengarkan cerita, dan memberikan semangat dapat berdampak besar bagi psikologis anak.

Melalui kunjungan ini, Hj. Ansari berharap Sekolah Rakyat tidak sekadar berfungsi sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, melainkan juga menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan menata masa depan yang cerah.

“Kesulitan keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk meraih cita-cita. Dengan pendidikan yang tepat dan lingkungan yang mendukung, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat. Harapan itu sejalan dengan ungkapan khairunnas anfa’uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” pungkas Hj. Ansari.

Quote