Jayapura, Gesuri.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum refleksi bagi keluarga besar PDI Perjuangan Provinsi Papua untuk kembali menghidupkan semangat Trisakti yang digagas oleh Presiden pertama RI, Soekarno.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Bidang Reformasi Hukum dan HAM DPD PDI Perjuangan Papua, Baharudin Farawowan, usai mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-81 RI di Halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Papua, Jalan Banteng Nomor 8, Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Senin (17/8).
Menurut Baharudin, ajaran Trisakti—yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—masih sangat relevan untuk dijadikan pijakan utama dalam membangun Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
"Trisakti bagi PDI Perjuangan adalah napas dan identitas untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," ujar Baharudin.
Ia menambahkan bahwa peringatan 17 Agustus tidak boleh sekadar menjadi ajang seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk kembali merefleksikan cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa.
Baharudin menilai pelaksanaan upacara bendera di lingkungan partai juga bermakna penting sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan politik. Saat ini, DPD PDI Perjuangan Papua terus melakukan pembenahan serta konsolidasi internal secara struktural dari tingkat bawah.
"DPD PDI Perjuangan sementara ini terus berbenah dan melakukan konsolidasi internal secara struktural dari bawah untuk merebut kekuasaan dan mengelolanya bagi kepentingan rakyat Papua, bangsa, dan negara," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kekuasaan politik bagi PDI Perjuangan bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks daerah, Baharudin menekankan bahwa penerapan Trisakti di Papua harus diwujudkan dengan menghormati kekayaan adat dan kebudayaan masyarakat setempat. Identitas budaya Papua serta penghormatan terhadap jasa pejuang asal Papua merupakan bagian tak terpisahkan dari penyempurnaan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca: Soroti Pelibatan TNI-Polri di Sektor Pertanian, Ganjar Pranowo
"Kepribadian bangsa Indonesia di Tanah Papua dengan adat dan budaya yang kita miliki tidak terlepas dari perjuangan para pejuang asal Papua yang ikut menggenapkan Indonesia dalam menyempurnakan NKRI," kata Baharudin.
Menyoroti aspek kemandirian ekonomi (berdikari), Baharudin menggarisbawahi potensi besar Papua dalam membangun ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Salah satu komoditas utama yang dinilai memiliki potensi strategis adalah sagu.
Menurutnya, sagu bukan hanya identitas kuliner masyarakat Papua, melainkan komoditas unggulan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus menjaga kedaulatan atas sumber daya alam lokal.
"Kita memiliki sagu sebagai makanan pokok yang harus dijadikan sebagai makanan unggulan di Tanah Papua," pungkasnya.

















































































