Jakarta, Gesuri.id — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, membakar semangat generasi muda dan masyarakat yang mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Bertindak sebagai Pembina Upacara di halaman Masjid At-Taufiq, Megawati secara khusus memberikan pesan mendalam bagi anak-anak muda bangsa agar tidak hanya memaknai kemerdekaan sebatas seremoni tahunan, melainkan merawat api perjuangan yang telah dibayar mahal oleh para pendiri bangsa.
Megawati mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas tumpahan air mata, darah, dan pengorbanan jiwa raga para pejuang selama tiga setengah abad masa penjajahan.
"Darah para pejuang, harapan rakyat, dan cita-cita yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya harus terus menyala di dalam dada dan hati kita. Setiap tanggal 17 Agustus, kita tidak cukup hanya mengibarkan bendera dan memekikkan kata merdeka. Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, apa arti kemerdekaan itu?" ujar Megawati dalam amanatnya, Senin.
Dorong Generasi Muda Menjadi Pribadi Tahan Banting
Dalam pesannya, Megawati mengajak anak muda untuk tidak terjebak dalam gaya hidup serba instan atau arus materialisme yang dapat menyuburkan praktik korupsi. Sebaliknya, ia mendorong generasi penerus untuk memiliki keteguhan mental dan keyakinan visioner seperti yang ditunjukkan Proklamator Bung Karno sewaktu muda.
"Hei anak-anak muda, dengar sejarah ini! Karena kamu harusnya pun mempunyai pikiran, keteguhan, keyakinan seperti Bung Karno," tutur Megawati menggebu-gebu, yang disambut riuk pecut semangat peserta upacara.
Menurut Ketua Dewan Pengarah BRIN ini, tantangan yang dihadapi generasi penerus di masa depan membutuhkan karakter kepemimpinan yang kuat, berdisiplin tinggi, serta pantang menyerah.
"Kalau ikut menjaga Republik ini harus tahan banting. Indonesia ditakdirkan lahir sebagai bangsa pejuang. Bangsa yang seharusnya bisa lebih berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia," tegasnya.
Pesan Keibuan dari Taman Makam Pahlawan
Untuk menanamkan rasa cinta tanah air pada generasi penerus, Megawati membagikan pengalamannya sebagai seorang ibu dalam mengedukasi anak-anaknya sejak usia dini.
Ia mengenang bagaimana ia membiasakan anak-anaknya berziarah ke Taman Makam Pahlawan untuk mendoakan nisan-nisan tanpa nama, sebagai simbol pengorbanan tulus tanpa mengharapkan imbalan nama atau jabatan.
"Bawa anak-anakmu dan tunjukkan nisan-nisan yang tidak bernama. Betul mereka bertanya: 'Kenapa nisan-nisannya tidak bernama?' Karena apa? Mereka jiwa raga diserahkan kepada yang namanya belum ada Indonesia. Itulah namanya jiwa perjuangan," kenang Megawati.
Melalui ingatan sejarah tersebut, Megawati berharap generasi muda Indonesia memiliki kebanggaan penuh atas identitas bangsanya dan siap melanjutkan amanah Bung Karno untuk menjaga Indonesia tetap berdiri abadi.

















































































