Ikuti Kami

Rampak Sarinah Tulungagung Gelar Tari Tradisional & Senam

Kegiatan itu diikuti ibu-ibu sebagai metode menjaga kebugaran di tengah pandemi Covid-19.

Rampak Sarinah Tulungagung Gelar Tari Tradisional & Senam
Rampak Sarinah Tulungagung menyelenggarakan tari tradisional dan senam.

Tulungagung, Gesuri.id - Rampak Sarinah Tulungagung menyelenggarakan tari tradisional dan senam yang diikuti ibu-ibu sebagai metode menjaga kebugaran di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari menyebutkan puluhan perempuan itu mengikuti kegiatan tersebut di Taman Punokawan Park, Desa Banaran, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Minggu (20/6).

Eva K. Sundari menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan modifikasi dari pertemuan rutin Rampak Sarinah Tulungagung yang dialihkan menjadi senam bersama yang diikuti 50 peserta dari 19 kecamatan.

Baca: Rampak Sarinah Sumbang Buku ke Perpustakaan Bung Karno

Sebelum kegiatan dimulai, ada pembagian masker kepada seluruh  peserta sehingga ketentuan prokesehatan pada masa pandemi Covid-19 bisa dipenuhi. 

Anggota Kelompok Tari Rampak Sarinah mengawali acara tersebut dengan menyajikan Tari Senik yang menggambarkan kegiatan para perempuan petani sekaligus pedagang pasar.

"Kami ikuti ajaran Bung Karno yang mengonsepkan perempuan Indonesia yang berkarakter berdaya di sektor publik selain sebagai ibu rumah tangga," kata Astinawati menjelaskan alasan pemilihan Tari Senik. 

Astinawati yang berprofesi sebagai instruktur senam memimpin sendiri pelaksanaan senam bersama hari itu. Astinawati pernah menjadi pemenang lomba traditional dance tingkat nasional pada tahun 2018. 

Istri kepala Desa Banaran, Rahayu, yang juga anggota Rampak Sarinah menyambut baik kegiatan traditional dance di wilayahnya.

"Ini membangkitkan semangat agar melawan pandemi secara kompak secara berkelompok. Berolahraga harus secara rutin agar imunitas tetap tinggi pada masa pandemi," kata Rahayu. 

Selama acara berlangsung para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan tertib, termasuk Defi Puspitasari yang berasal dari Kecamatan Kedungwaru.

"Kegiatan ini bagus dan harus dirutinkan agar para ibu tetap semangat serta sehat jiwa dan raga sehingga akan bisa tetap produktif pada masa sulit seperti saat ini," usulnya kepada sekretaris organisasi, Mudrikah. 

Mudrikah sendiri sepakat dengan usulan tersebut, kemudian mengusulkan kegiatan senam secara bergantian di taman-taman kecamatan lain.

Baca: Tujuh Kali Hendak Dibunuh, Bung Karno Tetap Bertahan

"Semoga ibu-ibu Rampak Sarinah bisa menularkan semangat persatuan dan kebangkitan ke seluruh wilayah Tulungagung," kata Mudrikah. 

Eva K. Sundari selaku pembina Rampak Sarinah menyatakan gembira karena kegiatan ibu-ibu tidak surut dan justru makin intensif pada "Bulan Juni, Bulan Bung Karno".

"Rampak Sarinah Bantul mengadakan pelatihan kuliner, yang Kediri memperluas produksi hidroponiknya, yang Tulungagung berkesenian tradisional, dan yang Blitar bersiap donor darah pada tanggal 30 Juni nanti," kata Eva.

Quote