Ikuti Kami

Peluncuran Tianzhou-10 China, Rokhmin Dahuri Harapkan Indonesia Miliki Roket dan Stasiun Antariksa

Refleksi bagi Prof. Rokhmin Dahuri tentang pentingnya Indonesia membangun kemampuan teknologi antariksa demi kemajuan bangsa.

Peluncuran Tianzhou-10 China, Rokhmin Dahuri Harapkan Indonesia Miliki Roket dan Stasiun Antariksa
Peluncuran roket kargo Tianzhou-10 milik China di Kabupaten Wenchang, Provinsi Hainan, Senin (11/5/2026). 

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, menyaksikan langsung peluncuran roket kargo Tianzhou-10 milik China di Kabupaten Wenchang, Provinsi Hainan, Senin (11/5/2026). 

Momen tersebut menjadi refleksi bagi Prof. Rokhmin Dahuri tentang pentingnya Indonesia membangun kemampuan teknologi antariksa demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

“Semoga suatu saat nanti, Indonesia juga bisa berkembang lebih baik sehingga memiliki roket dan stasiun luar angkasa sendiri, demi kemaslahatan rakyat dan bangsa,” kata Rokhmin, dikutip Jumat (15/5/2026).

Peluncuran Tianzhou-10 berlangsung tepat pukul 08.14 waktu Beijing menggunakan kendaraan peluncur Long March-7 Y11 yang membawa berbagai pasokan penting menuju stasiun luar angkasa Tiangong milik China.

Prof. Rokhmin hadir bersama sang istri, Dr. Pigoselpi Anas, usai menjalankan tugas sebagai Keynote Speaker dalam forum China–ASEAN Blue Economy Cooperation Dialogue di Hainan.

Suasana di Wenchang berlangsung meriah. Ribuan warga tampak memadati berbagai titik untuk menyaksikan langsung peluncuran roket yang menembus atmosfer menuju orbit.

Menurut keterangan China Manned Space Agency, Tianzhou-10 membawa berbagai kebutuhan strategis, mulai dari pakaian antariksa untuk aktivitas luar modul, kebutuhan konsumsi kru, bahan bakar, hingga perlengkapan eksperimen ilmiah guna mendukung operasional stasiun luar angkasa Tiangong.

Di tengah gegap gempita peluncuran tersebut, Prof. Rokhmin menilai teknologi antariksa bukan sekadar simbol kemajuan sebuah negara, melainkan juga instrumen strategis bagi masa depan bangsa, mulai dari riset, komunikasi, pertahanan, hingga kesejahteraan masyarakat.

"Jika laut adalah mesin ekonomi global bernilai triliunan dolar, maka antariksa adalah frontier baru yang menjanjikan peluang tak terbatas," tuturnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu juga memandang peluncuran Tianzhou-10 sebagai simbol keberanian sebuah bangsa dalam membangun visi besar peradaban melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara maritim memiliki peluang besar untuk menjadikan kekuatan laut sebagai pijakan menuju pengembangan teknologi masa depan, termasuk sektor antariksa.

Peluncuran Tianzhou-10, kata Prof. Rokhmin, menjadi inspirasi bahwa bangsa yang berani bermimpi besar akan selalu menemukan jalannya menuju kemajuan.

Quote