Ikuti Kami

Antisipasi Bahaya Kabut Asap, DPC PDI Perjuangan Medan dan YAKIN 99 Bagikan 5.000 Masker Gratis

​Aksi kepedulian ini merupakan gerakan spontanitas yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Antisipasi Bahaya Kabut Asap, DPC PDI Perjuangan Medan dan YAKIN 99 Bagikan 5.000 Masker Gratis
​Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, S.E.

Medan, Gesuri.id  — Respons cepat terhadap gangguan kesehatan akibat kabut asap di Kota Medan ditunjukkan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Medan berkolaborasi dengan Yayasan Aura Kasih Indonesia (YAKIN) 99. 

Sebanyak 5.000 masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di berbagai titik strategis Kota Medan, Jumat (17/10/2026).

​Aksi kepedulian ini merupakan gerakan spontanitas yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, menyusul tebalnya kabut asap yang memperburuk kualitas udara di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, S.E., hadir langsung di lapangan didampingi Bendahara DPC, Ustadz Fuad Akbar, M.Sos. Hasyim menegaskan bahwa aksi ini murni didasari rasa kemanusiaan untuk melindungi kesehatan warga.

​"Ini aksi spontanitas. Begitu melihat kabut asap makin pekat dan mengganggu aktivitas warga, kami langsung turun ke jalan. Gerakan ini sudah kami jalankan selama beberapa hari di persimpangan jalan dan pusat keramaian. Total ada 5.000 masker yang dibagikan untuk membantu menjaga kesehatan pernapasan masyarakat," ujar Hasyim saat ditemui di lokasi pembagian, Jumat sore.

​Hasyim menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan rakyat harus menjadi prioritas utama saat kondisi lingkungan memburuk.

​"Kesehatan warga tidak bisa ditunda. Pembagian masker ini mungkin langkah kecil, tetapi sangat krusial untuk mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak, pedagang jalanan, dan pengendara roda dua," tuturnya.
​
​Selain membagikan masker, Hasyim—yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara—memberikan catatan serta kritik konstruktif kepada pemerintah daerah terkait penanganan dampak kabut asap. Ia mengimbau pemerintah agar tidak bertindak hanya setelah dampak buruk terjadi, melainkan memperkuat koordinasi lintas sektor dan mitigasi sejak dini.

Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan

​"Kami mengapresiasi langkah penanganan yang mulai berjalan. Namun, penanganan krisis lingkungan seperti kabut asap butuh respons yang jauh lebih cepat, terukur, dan terintegrasi. Pemerintah daerah harus memastikan edukasi mitigasi kesehatan sampai ke tingkat lingkungan, menyediakan sarana medis darurat, serta memperjelas sumber kabut asap agar bisa diselesaikan dari hulu," tegasnya.

​Hasyim juga menyoroti peran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi pemicu munculnya asap.

​"Kementerian Kehutanan harus menjelaskan langkah konkret untuk mencegah karhutla berulang, mempercepat pemadaman, menelusuri sumber asap, dan memastikan penegakan hukum terhadap pihak yang melanggar. Data Kemenhut per 14 Oktober 2026 mencatat ada 372 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional—naik 52,5 persen dari hari sebelumnya. Ini menuntut evaluasi serius atas efektivitas pencegahan dan pengendalian. Publik membutuhkan hasil nyata, bukan sekadar laporan operasi dan angka statistik," pungkas Hasyim.

Quote