Ikuti Kami

‎DPRD Jabar Dorong Regenerasi PMR Lewat Pendidikan Karakter dan Jalur Beasiswa Prestasi ‎

‎Menurut Tom, minat siswa terhadap PMR mengalami penurunan karena statusnya masih sebatas ekstrakurikuler pilihan.  ‎

‎DPRD Jabar Dorong Regenerasi PMR Lewat Pendidikan Karakter dan Jalur Beasiswa Prestasi ‎
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan Tom Maskun.

‎Bandung, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan Tom Maskun mendorong penguatan regenerasi relawan Palang Merah Remaja (PMR) melalui integrasi pendidikan karakter ke dalam sistem pendidikan formal. 

‎Hal itu disampaikannya saat kegiatan "Relawan Ngumpul Ngariung" yang digelar KSR PMI Universitas Al-Ghifari di Rooftop DPRD Jabar, Kamis (14/5/2026).

‎Menurut Tom, minat siswa terhadap PMR mengalami penurunan karena statusnya masih sebatas ekstrakurikuler pilihan. 

‎Ia menilai PMR perlu dijadikan bagian dari penanaman nilai kemanusiaan, bukan hanya kegiatan tambahan.

‎“PMR itu bukan semata-mata pengelola UKS. Ini tentang menanamkan jiwa kepalangmerahan sejak dini. Kalau hanya menunggu kesadaran siswa, regenerasi akan sulit,” ujarnya.

‎Tom menyebut Komisi V akan mendorong sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dispora, dan BPBD untuk memperkuat pembinaan PMR. 

‎Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pemberian reward berupa beasiswa bagi siswa berprestasi di PMR, dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi.

‎“Kalau anak berprestasi di PMR Madya, bisa jadi rekomendasi jalur prestasi ke SMA dan kuliah. Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam pembinaan relawan sesuai amanat UU Kepalangmerahan dan PP No. 7 Tahun 2019,” jelasnya.



‎Ia berharap PMR bisa menjadi pilihan minat yang menjanjikan dan mendapat dukungan fasilitas, sehingga kaderisasi di setiap jenjang pendidikan berjalan berkelanjutan.

‎Anggota DPD RI, Alfiansyah Bustami atau Komeng membagikan pengalamannya terjun langsung sebagai relawan PMI, saat bencana gempa di Lombok. Ia mengaku baru memahami luasnya peran relawan setelah terlibat langsung mendampingi korban.

‎“Saya menjadi relawan PMI di Kabupaten Bogor. Saya kira awalnya kerjanya relawan itu bantu bawa ambulans. Ternyata banyak bagian di sana,” ujar Komeng.

‎Baginya, relawan kemanusiaan tak hanya hadir membawa bantuan logistik, tetapi juga memulihkan kondisi psikologis korban agar mampu bangkit dari keterpurukan.

‎“Saya ajak ngobrol, yang sabar. Saya ajak bercanda, akhirnya mau benahin rumah,” katanya.

‎Sementara itu, Rektor Universitas Al-Ghifari Prof. Dr. H. Didin Muhafidin menyebut kegiatan ini sebagai upaya healing dan enlighting bagi gerakan relawan yang saat ini mengalami penurunan jumlah anggota. 

‎Ia mencontohkan, beberapa kampus yang dulunya memiliki ratusan anggota PMR, kini hanya tersisa 6-7 orang.

‎“Hari ini kita peringati Hari Palang Merah Internasional. Lewat kegiatan ini, kita ingin membangkitkan kembali semangat relawan, memberikan pencerahan, dan menumbuhkan sikap abandon atau rasa cukup untuk berbagi tenaga dan pikiran bagi kemanusiaan,” kata Didin.

‎Ia menambahkan, relawan harus memiliki empat karakter utama: healing, enlighting, abandon dan resilience agar tangguh menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

‎Kegiatan "Relawan Ngumpul Ngariung" ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, perguruan tinggi, dan relawan untuk memperkuat peran strategis PMI dalam menghadapi perubahan global dan tantangan kemanusiaan masa kini.

Quote