Jakarta, Gesuri.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Timur mendirikan 22 dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur, Selpyanus Tovin, menyampaikan bahwa pengerahan kader dan relawan telah dilakukan sejak hari pertama bencana. Dalam kurun 24 jam pascagempa, pihak partai langsung mendirikan 14 dapur umum di lokasi terdampak.
Baca:
Jumlah tersebut kemudian ditambah menjadi 22 dapur umum seiring meluasnya dampak gempa. Posko dapur umum ini tersebar di tujuh kecamatan, meliputi Borong, Lamba Leda Selatan, Kota Komba, Kota Komba Utara, Lamba Leda Utara, Sambi Rampas, dan Elar.
Selpyanus menegaskan, pendirian dapur umum tersebut merupakan wujud aksi kemanusiaan dan semangat gotong royong. Seluruh kader PDI Perjuangan diinstruksikan untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap darurat.
“Kami berharap keberadaan dapur umum ini dapat meringankan beban dan duka masyarakat. Kami ingin memastikan situasi krisis ini tidak membuat warga terdampak kekurangan bahan pangan,” ujar Selpyanus dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan, respons cepat pengerahan bantuan di wilayah terdampak tidak lepas dari dukungan struktur partai di tingkat pusat maupun daerah.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Mewakili DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran DPP dan DPD PDI Perjuangan NTT. Mereka senantiasa mendukung penuh setiap kegiatan dan aksi kemanusiaan di tingkat cabang, terutama saat masyarakat sedang berduka,” tuturnya.
Selain menjadi pusat penyedia logistik dan makanan siap saji, keberadaan dapur umum tersebut diharapkan dapat menjadi simbol solidaritas serta ruang penguatan bagi warga selama masa pemulihan pascabencana.

















































































