Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menegaskan pentingnya konsumsi ikan lokal sebagai kunci membangun generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting dalam kegiatan Safari GEMARIKAN di Desa Purwawinangun, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI itu menjadi bagian dari kampanye nasional peningkatan konsumsi ikan di masyarakat.
"Ikan lokal seperti kembung dan bandeng justru memiliki kandungan omega-3 lebih tinggi, sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat," ujar Prof Rokhmin Dahuri, dikutip Senin (11/5/2026).
Dalam pemaparannya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut menjelaskan bahwa ikan merupakan pangan strategis dengan kandungan protein mencapai 22 persen serta omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak dan kesehatan tubuh.
Ia juga membantah anggapan bahwa ikan impor seperti salmon lebih unggul dibanding ikan lokal Indonesia. Menurutnya, kekayaan laut Nusantara sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat jika dimanfaatkan secara optimal.
Selain membahas pentingnya konsumsi ikan, Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia itu juga menyampaikan pesan moral kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Prof. Rokhmin menekankan tiga kunci sukses dalam kehidupan, yakni menjadi yang terbaik di bidang masing-masing, menjaga silaturahmi, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, gerakan GEMARIKAN bukan sekadar kampanye pangan, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter, solidaritas, dan spiritualitas masyarakat.
Sementara itu, Ines Rahmania menjelaskan bahwa GEMARIKAN merupakan bagian dari kolaborasi nasional antara Kementerian Kelautan dan Perikanan RI bersama Komisi IV DPR RI.
Ia menyebut program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden yang menempatkan penanganan stunting sebagai prioritas menuju Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon Sudiharjo mengungkapkan bahwa angka stunting di Cirebon masih menjadi tantangan serius.
Menurutnya, dari setiap 100 anak di Kabupaten Cirebon, sekitar 18 anak mengalami stunting. Ironisnya, konsumsi ikan masyarakat di wilayah pesisir tersebut masih tergolong rendah.
Data menunjukkan konsumsi ikan masyarakat Cirebon baru mencapai 14,75 kilogram per kapita per tahun, masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat yang mencapai 20,07 kilogram per kapita per tahun.
Karena itu, Sudiharjo menilai diperlukan inovasi pengolahan ikan agar lebih menarik bagi anak-anak, seperti nugget ikan dan berbagai produk olahan kreatif lainnya.
Safari GEMARIKAN di Desa Purwawinangun pun menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa konsumsi ikan bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga investasi besar dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

















































































