Ikuti Kami

Sadarestuwati Bagikan Sembako Kepada Ratusan Warga dan Tukang Becak di Sejumlah Desa

Masyarakat desa perlu kembali pada kebiasaan lama yang lebih mandiri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

Sadarestuwati Bagikan Sembako Kepada Ratusan Warga dan Tukang Becak di Sejumlah Desa
Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, membagikan bantuan sembako kepada ratusan warga dan tukang becak yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Selasa (17/3/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, membagikan bantuan sembako kepada ratusan warga dan tukang becak yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Selasa (17/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, perempuan yang akrab disapa Mbak Estu ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar mulai berhemat dan mempersiapkan kemandirian pangan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Menurutnya, masyarakat desa perlu kembali pada kebiasaan lama yang lebih mandiri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

“Kalau hidup di desa, ketika tidak ada gas LPG, kita masih bisa menggunakan kayu atau cara tradisional. Saya sendiri juga mulai menyiapkan diri untuk itu. Jangan sampai ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, kita tidak siap,” ujarnya.

Ia juga mendorong warga untuk memanfaatkan lahan di sekitar rumah sebagai sumber pangan alternatif. Tanaman seperti sayuran hingga umbi-umbian dinilai bisa menjadi cadangan pangan bagi keluarga.

“Semua harus mempersiapkan diri, termasuk bagaimana memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk ditanami sayur, umbi-umbian, dan lainnya. Paling tidak bisa menjadi cadangan pangan untuk diri sendiri dan keluarga,” tambahnya.

Selain itu, Sadarestuwati menyinggung kondisi geopolitik global yang dinilai turut berdampak pada Indonesia. Ia menyoroti konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Ia menyebut, Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut. Bahkan, distribusi BBM sempat terganggu akibat kendala pengiriman kapal Pertamina.

“Kita tidak tahu apakah konflik di Timur Tengah ini akan melebar atau segera selesai. Yang jelas, masyarakat yang paling dirugikan dari perang adalah rakyat kecil,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, termasuk LPG, membuat masyarakat perlu lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan krisis.

“Gas LPG kita masih sepenuhnya impor, termasuk dari Amerika. Ini yang menuntut kita untuk mulai mandiri, baik dalam pangan maupun energi sederhana,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosial ini, Sadarestuwati berharap masyarakat tidak hanya terbantu secara jangka pendek melalui bantuan sembako, tetapi juga memiliki kesadaran untuk membangun ketahanan diri menghadapi situasi global yang tidak pasti.

Quote