Ikuti Kami

Tamara: Karya Tulis Tangan Salurkan Aspirasi Anak Indonesia 

Lomba membuat anak-anak Indonesia tahu dan mengerti bagaimana menyampaikan aspirasi secara bermartabat.

Tamara: Karya Tulis Tangan Salurkan Aspirasi Anak Indonesia 
DPP PDI Perjuangan akan menyelenggarakan kegiatan lomba karya tulis tangan 'Surat Cinta Untuk Negeri' bertema

Jakarta, Gesuri.id - DPP PDI Perjuangan akan menyelenggarakan kegiatan lomba karya tulis tangan 'Surat Cinta Untuk Negeri' bertema "Satu Indonesia Kita" dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda. 

Baca: Sumpah Pemuda Ke-90, DPP Gelar Kegiatan Milenial Patriotis

Koordinator kegiatan tersebut, Tamara Geraldine, menyebut lomba yang merupakan ide dari Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu bermaksud membuat anak-anak Indonesia tahu dan mengerti bagaimana menyampaikan aspirasi dengan bermartabat.

"Karya tulis ini memang ide dari Ibu Mega yang mulia sekali, kita kembali ke hal-hal sederhana. Mengembalikan anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang bermartabat, tahu dan mengerti bagaimana menyampaikan aspirasinya," ucap Caleg DPR RI PDI Perjuangan Dapil Jateng II itu dalam acara konferesi pers "90 Tahun Sumpah Pemuda, Satu Indonesia Kita" di kantor DPP PDI Perjuangan, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/10).

Tamara menjelaskan, kenyataan bahwa banyak anak muda Indonesia yang menyampaikan aspirasinya dengan bersumpah-serapah, terutama di media sosial, menjadi sorotan partainya untuk menciptakan medium bagi penyaluran aspirasi anak-anak muda tersebut dalam rupa lomba karya tulis tangan.

"Kenyataan bahwa ajang marah dan sumpah serapah yang terjadi di media sosial adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, bahwa semua anak-anak Indonesia yang sudah merasa memiliki suatu ideologi, suatu paham, itu merasa tidak didengar," ujarnya.

"Keinginan untuk menuliskan 'surat cintanya' adalah bagaimana kami memberikan media agar mereka bisa didengar. Dan ini adalah juga penyegaran, ini adalah sumbangan terhadap literasi yang ada di Indonesia," lanjut Tamara.

Tamara melanjutkan lomba itu juga diharapkan dapat menyegarkan kemampuan seseorang dalam memahami ide yang disampaikan secara visual. Menurutnya, meski lomba karya tulis tangan adalah soal literasi, perkara huruf dan aksara, tetapi Tamara melihat makna literasi tidak berhenti pada dua hal itu.  

"Literasi kalau kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kemampuan untuk melek secara huruf dan aksara yang meliputi di dalamnya adalah kemampuan membaca dan menulis, tetapi tidak sesederhana itu. Literasi juga sebetulnya adalah kemampuan dari seseorang untuk juga melek secara visual dalam memahami ide yang disampaikan secara visual," ucap Tamara.

Di sinilah Tamara berbicara tentang upaya 'pengembalian' anak-anak muda Indonesia dari terjangan konten visual di media sosial ke hal-hal yang sederhana, seperti membuat karya tulis tangan.

"Visual itu adalah gambar dan video, segala sesuatu yang bergerak. Desakkan dan derasnya teknologi melalui media sosial yang begitu masif, akhirnya membuat PDI Perjuangan menjadi partai pionir yang mengembalikan anak-anak Indonesia, mencerdaskan mereka lewat hal sederhana, berdiri di atas teknologi menderas mereka setiap hari," ujarnya.

Baca: PDI Perjuangan Luncurkan Tagline dan Atribut Milenial

Rencananya, karya-karya terpilih lomba itu akan dihimpun dan dijadikan buku.

"Ketika itu sudah didaftarkan sebagai buku ke perpustakaan nasional, itulah cara kami memberikan media untuk anak-anak Indonesia agar bisa didengar," ucapnya.

Quote