Ikuti Kami

Beda dari yang Lain! Intip Kemeriahan Upacara Kemerdekaan RI di Dam Pleret Pasuruan

Zaini mengajak masyarakat tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga mengisi kemerdekaan melalui karya nyata dan gotong royong.

Beda dari yang Lain! Intip Kemeriahan Upacara Kemerdekaan RI di Dam Pleret Pasuruan
​Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini.

Jakarta, Gesuri.id - Pemandangan tak biasa mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Pasuruan, Senin (17/8). 

Jika masyarakat umumnya menggelar upacara di lapangan terbuka, warga Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, justru memilih khidmat memperingati detik-detik proklamasi di atas aliran Sungai Welang, tepatnya di area Dam Pleret.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Sejak pagi, antusiasme warga, pelajar, hingga jajaran Pemerintah Desa Pleret membuncah. Mereka berbaris rapi di bibir sungai untuk menyaksikan pembentangan Bendera Merah Putih seluas 17 meter yang membentang gagah di atas bendungan.

​Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, hadir langsung bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Zaini mengajak masyarakat tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga mengisi kemerdekaan melalui karya nyata dan gotong royong.

​Upacara unik ini mengusung tema “Ayo Merah Putihkan Dam Pleret”. Zaini, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa tema tersebut membawa pesan kuat untuk merawat lingkungan dan menjaga kebersamaan.

​“Dam Pleret bukan sekadar tempat, melainkan bagian dari sejarah dan nadi kehidupan masyarakat. Mari kita jaga kebersihan, keindahan, keamanan, serta manfaatnya untuk generasi mendatang,” tegas Zaini.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Ia menambahkan, Dam Pleret adalah simbol persatuan. Semangat kemerdekaan hendaknya menjadi pendorong warga untuk tetap rukun, saling menghargai, dan saling membantu.

​“Satu langkah, satu semangat, Guyub Rukun Sak Lawase,” ujarnya.

​Kemeriahan berlanjut hingga penghujung acara. Warga menampilkan drama kolosal perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Uniknya, pertunjukan teatrikal tersebut dimainkan di atas perahu bambu yang melintasi aliran Sungai Welang, disambut riuh tepuk tangan para penonton.

Quote