Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta PLN menyesuaikan jadwal pemeliharaan jaringan listrik dengan kondisi masyarakat yang tengah menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul pemadaman listrik oleh PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Simpang Tiga pada Kamis (15/10/2026), pukul 09.00–12.00 WIB, yang bertepatan dengan jam belajar siswa dari rumah.
"Kita di Komisi III tentunya mendukung kebijakan PJJ ini untuk kepentingan, keselamatan dan kesehatan peserta didik agar tidak terpapar kabut asap," kata Tekad, dikutip Jumat (16/10/2026).
Ia mengatakan, kebijakan PJJ yang diberlakukan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru bertujuan melindungi peserta didik dari paparan kabut asap. Karena itu, ketersediaan pasokan listrik yang stabil menjadi kebutuhan penting untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar dari rumah.
"Namun yang perlu menjadi perhatian, kita minta pasokan listrik tetap stabil guna memberi kenyamanan selama proses PJJ berlangsung," ucapnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, pemadaman listrik pada jam belajar berpotensi mengganggu kegiatan pendidikan, terutama bagi siswa yang mengandalkan perangkat elektronik dan koneksi internet untuk mengikuti pembelajaran secara daring.
Menurutnya, pemeliharaan jaringan listrik memang diperlukan untuk menjaga keandalan pasokan, tetapi pelaksanaannya harus mempertimbangkan situasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan perencanaan yang tepat, pekerjaan teknis diharapkan tidak mengganggu aktivitas pendidikan yang sedang berlangsung.
"PLN semestinya pada saat melakukan pemeliharaan juga disesuaikan dengan kondisi masyarakat, jangan pada saat anak-anak sekolah sedang PJJ dilakukan juga di area tersebut," tegasnya.
Berdasarkan pengumuman PLN ULP Simpang Tiga melalui media sosial, pemadaman tersebut dilakukan untuk pekerjaan peningkatan keandalan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dengan sistem 20 kV. Pekerjaan itu menyebabkan penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah wilayah di Pekanbaru.
Area terdampak meliputi Jalan Adi Sucipto, Pasar Pagi Arengka, Jalan Rambutan, kompleks perkantoran PTPN V, Jalan Inpres, Jalan Kartama, Jalan Pahlawan Kerja, serta sejumlah ruas jalan dan gang permukiman di sekitarnya.
Pemadaman tersebut juga menambah keluhan masyarakat karena gangguan serupa disebut telah terjadi beberapa kali dalam pekan-pekan sebelumnya, meskipun di lokasi berbeda. Kondisi ini, menurut persoalan yang disoroti Tekad, menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap pengaturan jadwal pemeliharaan dan keandalan distribusi listrik.
Di tengah kabut asap yang membatasi aktivitas luar ruangan, listrik menjadi kebutuhan penting untuk memastikan pembelajaran dari rumah berjalan lancar. Oleh karena itu, pengaturan waktu pemeliharaan perlu mempertimbangkan kegiatan masyarakat, khususnya pada jam sekolah.
Tekad meminta PLN memperhatikan kebutuhan pelanggan melalui perencanaan pekerjaan yang lebih terukur, pemberitahuan jadwal pemadaman yang memadai, serta koordinasi dengan pihak terkait agar gangguan terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan tambahan mengenai kemungkinan penyesuaian jadwal pemeliharaan PLN ULP Simpang Tiga selama pelaksanaan PJJ.

















































































