Ikuti Kami

Jelang Idul Fitri, Kutai Kartanegara Percepat Perbaikan Jalan Rusak

‎Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan antara lain jalur Sebelimbingan, Muara Wis, Kota Bangun Darat hingga Sebulu.

Jelang Idul Fitri, Kutai Kartanegara Percepat Perbaikan Jalan Rusak
Bupati Kukar yang juga politisi PDI Perjuangan Aulia Rahman Basri - Foto: JurnalBorneo.com

Kukar, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan rusak di beberapa wilayah menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

‎Instruksi percepatan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kukar yang juga politisi PDI Perjuangan Aulia Rahman Basri, menyusul keluhan warga terkait kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.

‎“Anggaran sebenarnya sudah tersedia. Persoalannya lebih pada komunikasi dan proses administrasi yang membuat pelaksanaan di lapangan belum berjalan optimal,” ujarnya, Kamis (05/03).
‎‎
‎Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan antara lain jalur Sebelimbingan, Muara Wis, Kota Bangun Darat hingga Sebulu. Perbaikan difokuskan pada titik-titik kerusakan yang selama ini menyebabkan kendaraan kesulitan melintas dan berpotensi memicu kecelakaan.

‎Aulia menjelaskan keterlambatan penanganan kerusakan jalan sebelumnya bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan kendala koordinasi dan administrasi di tingkat pelaksana.

‎Untuk ruas Sebelimbingan, Pemkab Kukar menerapkan penanganan bertahap dengan mengombinasikan pembangunan permanen dan pemeliharaan rutin agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat sambil menunggu pembangunan secara menyeluruh.

‎Menurut Aulia, total kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan seluruh ruas jalan di kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp130 miliar sehingga pengerjaan dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

‎“Target kami sebelum Lebaran, titik-titik yang selama ini membuat kendaraan tersangkut sudah bisa ditangani. Meski belum semuanya dibangun permanen, minimal jalan tidak lagi berlubang atau membahayakan pengguna,” katanya.

‎Selain pembangunan permanen, Pemkab Kukar juga menyiapkan langkah antisipatif di wilayah yang masih memiliki jalan tanah dengan menyiagakan alat berat di titik rawan kerusakan, terutama saat musim hujan.

‎“Kalau jalannya masih tanah, yang penting tetap bisa dilalui dengan aman. Jadi ketika hujan dan jalan mulai rusak, alat berat bisa langsung turun memperbaiki,” tambahnya.

‎Besaran anggaran pemeliharaan jalan di tiap wilayah disesuaikan dengan panjang ruas dan tingkat kerusakan yang telah dihitung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

‎Selain jalur antarwilayah, pemerintah daerah juga menyoroti kondisi jalan di kawasan perkotaan Tenggarong. Sejumlah ruas jalan berlubang di pusat kota disebut akan segera ditangani dalam beberapa minggu ke depan.

Quote