Ikuti Kami

Kasus Dugaan Grooming di SMK Letris Pamulang, Yeremia Mendrofa Desak Tindakan Tegas dan Pengusutan Tuntas

Institusi pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kepercayaan bagi peserta didik.

Kasus Dugaan Grooming di SMK Letris Pamulang, Yeremia Mendrofa Desak Tindakan Tegas dan Pengusutan Tuntas
​Anggota DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa.

Jakarta, Gesuri.id - Dunia pendidikan kembali dihentak oleh kabar miring. Kasus dugaan grooming yang menimpa siswi di SMK Letris Indonesia 2 Pamulang, Kota Tangerang Selatan, kini mencuat ke publik dan menjadi alarm serius bagi ekosistem sekolah di wilayah tersebut.

​Anggota DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa menegaskan bahwa institusi pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kepercayaan bagi peserta didik, bukan justru menjadi tempat subur bagi manipulasi.

​Menurut Yeremia, insiden ini mencerminkan adanya celah besar dalam aspek pengawasan internal sekolah. Ruang akademis yang semestinya steril dari tindakan amoral justru berubah menjadi tempat terjadinya penyalahgunaan relasi kuasa yang timpang antara pihak otoritas sekolah dan murid.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Dugaan keterlibatan salah satu oknum pejabat sekolah dalam kasus ini kian memperpanjang daftar hitam kekerasan psikologis di lingkungan pendidikan. Kenyataan tersebut dinilai sangat ironis karena posisi strategis di sekolah seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi siswa.

​Yeremia menekankan bahwa perlindungan terhadap anak harus ditempatkan sebagai prioritas utama di setiap satuan pendidikan tanpa terkecuali. Hubungan antara pendidik dan siswa wajib dibangun di atas fondasi etika yang kuat, profesionalisme yang tinggi, serta penghormatan penuh terhadap hak-hak anak.

​Menyikapi situasi tersebut, Yeremia mendorong pihak manajemen sekolah dan yayasan terkait untuk segera mengambil tindakan tegas. Oknum yang diduga terlibat harus dinonaktifkan atau diberikan sanksi berat sesuai aturan yang berlaku demi menjaga integritas institusi.

​Di sisi lain, ia juga mendesak agar korban segera mendapatkan perlindungan maksimal, terutama bantuan pemulihan psikis (trauma healing). Langkah ini krusial agar dampak psikologis yang dialami korban akibat manipulasi tersebut tidak mengganggu masa depannya.

​Yeremia menyatakan dukungan penuhnya terhadap proses investigasi yang sedang berjalan. Ia meminta aparat penegak hukum (APH) untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini secara transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu demi tegaknya keadilan.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Anggota legislatif ini juga berharap peristiwa kelam di Pamulang ini bisa menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi seluruh sekolah di Provinsi Banten. Setiap satuan pendidikan didesak untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan merevitalisasi layanan konseling.

​Selain itu, sekolah wajib menyediakan mekanisme pengaduan yang aman, rahasia, dan mudah diakses oleh siswa agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini. 

"Anak-anak kita harus terlindungi dari segala bentuk kekerasan, pelecehan, dan manipulasi psikologis. Dunia pendidikan harus menjadi benteng moral yang menjaga masa depan generasi muda," pungkas Yeremia.

Quote