Ikuti Kami

​Soal Kartu ATM Makan Bergizi Gratis, Charles Honoris: Layak Dikaji dan Diuji Coba

Mekanisme ini dianggap efektif memangkas rantai distribusi serta menekan risiko keracunan pangan dan potensi penyimpangan anggaran.

​Soal Kartu ATM Makan Bergizi Gratis, Charles Honoris: Layak Dikaji dan Diuji Coba
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris.

Jakarta, Gesuri.id - Usulan penggunaan Kartu ATM Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penyaluran bantuan langsung ke siswa dinilai layak dikaji secara serius oleh pemerintah. Mekanisme ini dianggap efektif memangkas rantai distribusi serta menekan risiko keracunan pangan dan potensi penyimpangan anggaran.

​Dukungan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, Selasa (18/8). Usulan penggunaan skema kartu ATM ini sebelumnya dilemparkan oleh Anggota DPR RI Romy Soekarno.

​“Secara prinsip, usulan tersebut merupakan ide yang baik dan layak untuk dipertimbangkan pemerintah,” ujar Charles.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Menurut Charles, setiap upaya pembenahan program MBG yang mampu memperpendek rantai distribusi sekaligus melibatkan peran orang tua murid patut menjadi opsi alternatif. Langkah ini dinilai mendesak untuk menekan tingginya insiden keamanan pangan pada skema MBG yang berjalan saat ini.

​“Ini menjadi penting mengingat kasus keracunan dalam program MBG hingga saat ini sudah berdampak terhadap lebih dari 45 ribu orang,” tegas Legislator PDIP tersebut.

​Charles menekankan bahwa pelibatan langsung orang tua murid membawa dampak positif yang signifikan. Sebab, orang tua memiliki kepedulian terbesar terhadap keselamatan dan kesehatan anak-anak mereka.

​“Orang tua tentu memiliki kepentingan paling besar untuk memastikan anaknya mendapatkan makanan yang aman dan bergizi. Tidak ada orang tua yang ingin memberikan makanan basi atau tidak layak kepada anaknya,” tutur Charles.

Baca: Berita kumpulan ganjar pranowo hari ini 

Kendati demikian, Charles mengingatkan bahwa skema transfer langsung dana MBG membutuhkan pengawasan ketat. Pemerintah wajib merancang sistem kontrol agar penggunaan anggaran tepat sasaran dan benar-benar dibelanjakan untuk pemenuhan gizi anak.

​Sebagai langkah awal, ia menyarankan agar mekanisme baru ini tidak langsung diterapkan secara nasional, melainkan melalui tahap percontohan terlebih dahulu.

​“Usulan ini layak dikaji secara serius, termasuk kemungkinan untuk diuji coba terlebih dahulu di sejumlah daerah. Setelah itu, efektivitasnya dievaluasi dan dibandingkan dengan skema MBG yang berjalan saat ini,” pungkasnya.

Quote