Ikuti Kami

Sofwan Dedy Soroti Tingginya Ketergantungan Terhadap Sepeda Motor Saat Mudik Lebaran

Menurut Sofwan, tradisi mudik bukan hanya fenomena di Indonesia.

Sofwan Dedy Soroti Tingginya Ketergantungan Terhadap Sepeda Motor Saat Mudik Lebaran
Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, menilai pengelolaan arus mudik di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Salah satu masalah utama adalah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

Menurut Sofwan, dikutip Selasa (24/3), tradisi mudik bukan hanya fenomena di Indonesia. Ia menyebut berbagai negara memiliki tradisi serupa seperti “chunyun” di China atau perjalanan pulang saat hari raya di negara lain.

Sofwan mengungkapkan bahwa arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan melibatkan sekitar 143,9 juta orang. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang harus diantisipasi dengan pengelolaan transportasi yang lebih baik.

Namun, sebagian besar pemudik masih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding angkutan umum. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi pemerintah dalam mengurai kepadatan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan perjalanan.

Dalam analisanya, Sofwan juga membandingkan mudik di Indonesia dengan fenomena Chunyun di China. Ia menilai peningkatan layanan transportasi publik menjadi kunci agar Indonesia suatu saat dapat berada di liga yang sama dengan China dalam pengelolaan mobilitas masyarakat saat musim mudik.

Ia menambahkan, salah satu langkah yang perlu didorong adalah peningkatan kualitas dan kapasitas angkutan umum, baik darat, laut, maupun udara. Menurutnya, masyarakat akan beralih ke transportasi publik jika layanan yang diberikan aman, nyaman, tepat waktu, serta terjangkau.

Selain itu, Sofwan juga menekankan pentingnya integrasi antar moda transportasi. Konektivitas yang baik antara terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara dinilai dapat mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Tak hanya dari sisi infrastruktur, ia juga menyoroti perlunya edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan berkendara. Penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh saat mudik, menurutnya, memiliki risiko tinggi yang perlu diminimalisir melalui kampanye keselamatan yang masif.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah untuk terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan mudik setiap tahunnya. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan sistem pengelolaan arus mudik di Indonesia dapat semakin baik, efisien, dan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Quote