Ikuti Kami

Hadiri Kremasi Cok Ace Apresiasi Raka Rasmi  

Cok Ace menghadiri kremasi maestro Tari Oleg Tamulilingan, I Gusti Ayu Raka Rasmi dan memberikan apreasiasi atas kiprahnya semasa hidup.

Hadiri Kremasi Cok Ace Apresiasi Raka Rasmi  
Cok Ace saat menghadiri kremasi I Gusti Ayu Raka Rasmi

Bali, Gesuri.id - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) provinsi Bali dari PDI Perjuangan, Tjok Oka Ardhana Sukawati (Cok Ace), menghadiri upacara kremasi, sang maestro Tari Oleg Tamulilingan, I Gusti Ayu Raka Rasmi, di krematorium, Mumbul, Nusa Dua, Selasa (24/4).

Menurutnya, almarhum yang meninggal seminggu sebelumnya ini merupakan sosok maestro tari yang luar biasa. Sebab, masa hidupnya didedikasikan untuk kesenian tari Bali.

Baca: Cok Ace Siap Buat Regulasi demi Peningkatan Hasil Pertanian

“Kita sebagai masyarakat Bali sangat kehilangan sosok maestro tari. Selama hidup almarhum mendedikasikan untuk kesenian tari. Kita harus berterimakasih atas perjuangan almarhum. selanjutnya kita akan terus melestarikan semangatnya, taksu (kekuatan atau karisma) harus tetap dijaga,”ucap Cok Ace saat melayat di krematorium.

Cawagub yang berpasangan dengan Wayan Koster ini tak lupa menyampaikan keinginannya menjadikan almarhum sebagai sosok panutan bagi generasi muda Bali karena dedikasi serta semangatnya menjaga dan melestarikan kesenian Bali.

“Bali di kenal karena seni dan budaya, hal itu merupakan modal dunia menjadikan Bali sebagai destinasi wisata. Oleh karena itu, seni dan budaya yang bernafaskan agama Hindu, adalah benteng kita warga Bali dari gempuran budaya asing, yang belum tentu baik bila diterapkan di Bali,”ujarnya.

Baca: Mimpi Cawagub Cok Ace Geliatkan Kopi Kintamani

Perlu diketahui, I Gusti Ayu Raka Rasmi lahir pada 10 Maret 1939. Dia merupakan istri dari AA Gede Jelantik. Sejak usia 12 tahun, Raka sudah berkiprah pada kesenian Bali, yakni tari Condong Legong plus Garuda, serta Oleg Tamulilingan. Tercatat Raka Rasmi sebagai penari pertama yang menarikan tarian Oleg Tamulilingan, ciptaan maestro I Ketut Maria, dan Penari Condong Legong Lasem pakem Peliatan.

Quote