Ikuti Kami

PDI Perjuangan Luncurkan RS Terapung 'Laksamana Malahayati'

Kapal rumah sakit terapung itu dapat melayani kesehatan masyarakat di daerah terpencil.

PDI Perjuangan Luncurkan RS Terapung 'Laksamana Malahayati'
Kapal rumah sakit terapung yang diberi nama 'Laksamana Malahayati'

Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan meluncurkan kapal rumah sakit terapung yang diberi nama 'Laksamana Malahayati' di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI Perjuangan di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1).

Peluncuran kapal terapung itu diresmikan langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Megawati mengatakan, kapal rumah sakit terapung itu dapat melayani kesehatan masyarakat di daerah terpencil.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim maka kapal yang akan diluncurkan ini dinamakan Laksamana Malahayati. Ini kapal rumah sakit, jadi ada dokter dan lain sebagainya untuk bisa membantu rakyat, masyarakat yang berada di remote area," kata Megawati dalam pidatonya.

Baca: Megawati Kenang Awal Mula Pembentukan Baguna

Kapal apung ini berkelir merah yang merupakan warga ciri khas PDI Perjuangan. Di sisi kiri dan kanan lambang kapal tertulis Rumah Sakit Apung dengan lambang kepala banteng hitam dan moncong putih bertuliskan PDI Perjuangan.

Laksamana Malahayati merupakan pahlawan asal Aceh. Pemerintah menetapkan Keumalahayati atau lebih dikenal sebagai Laksamana Malahayati menjadi pahlawan nasional pada 2017 lalu.

Malahayati dijuluki sebagai laksamana wanita pertama yang melakukan pelayaran ke berbagai wilayah. Ketenaran namanya sampai disegani penjajah Belanda, Inggris dan Tanah Barat.

Selain Artemisia I dari Caria, Malahayati termasuk laksamana wanita pertama yang diketahui dunia modern. Ia merupakan cicit Sultan Salahuddin Syah.

Meskipun dia hidup di zaman kaum lelaki mendominasi, Malahayati mampu mendapatkan penghormatan yang layak dari kaum adam. Bahkan Malahayati sampai ditunjuk secara langsung oleh Sultan Alauddin Mansur Syah, untuk menjadi laksamananya.

Baca: Banteng Kabupaten Semarang Siap Jalankan Instruksi Megawati

Kala itu, Kota Aceh sedang ketat-ketatnya menjaga perairan Selat Malaka supaya tidak bernasib sama dengan tetangganya yang jatuh ke tangan Portugis. Konon para jenderal dan pasukan lain pun menaruh hormat kepada perempuan ini.

Setelah berhasil menghadapi Portugis, Aceh harus menghadapi upaya invasi dari Belanda. Setelah armada pimpinan Cornelis de Houtman berhasil dikalahkan oleh Malahayati, giliran pasukan Paulus van Caerden yang mencoba menerobos perairan Aceh tahun 1600.

Malahayati gugur dalam pertempuran melawan armada Portugis yang dipimpin oleh Alfonso de Castro. Jasad Malahayati dimakamkan di Gampong Lamreh, Krueng Raya, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Quote