Ikuti Kami

PDI Perjuangan Susun Strategi Hindari Kanibalisme Politik

Kanibalisme politik yang menjadi ancaman dari demokrasi liberalisme-kapitalisme.

PDI Perjuangan Susun Strategi Hindari Kanibalisme Politik
Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat.

Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan memastikan seluruh bakal calon anggota legislatif (caleg) Partai akan mengikuti pendidikan berjenjang dalam menghadapi sistem proporsional terbuka. 

PDI Perjuangan juga menyusun strategi dengan tujuan ingin memastikan para bakal caleg bisa bekerja sama dalam pemenangan sehingga tidak terjadi kanibalisme politik yang menjadi ancaman dari demokrasi liberalisme-kapitalisme.

“Partai akan segera melakukan pendidikan politik untuk melakukan proses pendidikan politik yang akan diikuti bakal calon legislatif mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota. Ini akan kami lakukan begitu selesai atau menjelang selesai ditetapkannya daftar calon tetap,” kata Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat yang menggelar konferensi pers virtual bersama Sekjen Hasto Kristiyanto ketika menanggapi putusan MK soal sistem proporsional terbuka pada Kamis (15/6).

Baca: PDI Perjuangan Fokus Bahas Strategi Pemenangan Pemilu 2024

Djarot menerangkan PDI Perjuangan sebagai Partai memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anggota dewan terpilih paham dengan tugas-tugas kedewananan. Di sisi lain, dalam pendidikan internal itu, PDI Perjuangan akan memaparkan mekanisme tentang kampanye, turun ke bawah, menyapa rakyat, dan memecahkan persoalan-persoalan di akar rumput.

Di sisi lain, Djarot juga menekankan bakal caleg memiliki keterikatan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 seperti yang sudah terjadi di Pemilu 2014 dan 2019. Menurutnya, setiap bakal caleg punya tanggung jawab yang sama dengan pengurus Partai dari anak ranting, ranting, DPC, DPD, hingga DPP mengampanyekan Ganjar Pranowo.

“Melalui sinergi, melalui kerja gotong royong ini saya yakin, ya, PDI Perjuangan, kami sangat siap, makanya kami selalu sampaikan bahwa apa pun sistem yang diputuskan oleh MK, PDI Perjuangan siap, baik itu terbuka, setengah terbuka, tertutup. Kenapa? Karena sejak awal Ibu Ketua Umum Ibu Mega, membangun Partai kita itu menjadi Partai yang sehat berbasis ideologi Pancasila yang intisarinya adalah gotong royong berbasis demokrasi secara terpimpin. Dengan cara seperti itu maka kami hindari betul terjadinya kanibalisme politik ini,” kata Djarot.

Baca: Baguna Sulsel Gelar Pengobatan Gratis di Kelurahan Banta-bantaeng

Menurut Djarot, praktik sistem proporsional terbuka mendorong setiap bakal caleg melakukan kanibalisme politik. PDI Perjuangan, tegas Djarot, sangat menghindari terjadinya praktik-praktik bahwa calon dari satu Partai merebut pemilih di segmen yang sama.

Djarot menganggap suatu daerah pemilihan memiliki ceruk yang sangat luas, yang bisa dimasuki oleh bakal calon sesuai dengan kriteria dan dengan latar belakang masing-masing.

“Prinsip yang digunakan oleh kita tetap bersumber kepada ideologi Pancasila adalah dengan prinsip gotong royong. Artinya apa? Artinya sebetulnya vote gatters, peraup suara itu bukan hanya caleg, semua struktur partai bergerak. Mulai dari tingkat anak ranting, ranting, PAC, sampai tingkat ke atas itulah yang akan meraup suara,” tegas Djarot.

Quote