Jayapura, Gesuri.id – DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua menggelar Resepsi Bulan Bung Karno ke-56 di Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Kotaraja, Kota Jayapura, Minggu (21/6).
Momentum ini menjadi ajang bagi seluruh kader untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan Sang Proklamator, Bung Karno, di Tanah Papua.
Tahun ini, peringatan mengusung tema “Setialah Kepada Sumbermu” dengan subtema “Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), menegaskan bahwa Haul Bung Karno bukan sekadar seremonial tahunan. Agenda ini adalah refleksi untuk melanjutkan cita-cita besar Bung Karno dalam menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial.
Menurut BTM, tema spesifik “Papua dalam Napas Marhaenisme Bung Karno” sengaja dipilih karena sejarah perjuangan Bung Karno yang amat lekat dengan kembalinya Papua ke pangkuan NKRI.
“Bung Karno menegaskan bahwa revolusi Indonesia belum selesai sebelum Irian Barat kembali menjadi bagian dari Indonesia. Semangat itu diwujudkan melalui Trikora pada 19 Desember 1961 hingga akhirnya Papua resmi masuk dalam administrasi Indonesia pada 1 Mei 1963,” ujar BTM.
BTM menambahkan, perhatian Bung Karno terhadap Papua tidak hanya terbatas pada kedaulatan wilayah, melainkan juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu bukti nyatanya adalah pendirian Universitas Cenderawasih pada 10 November 1962 sebagai perguruan tinggi pertama di Tanah Papua.
“Beliau memahami bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya membebaskan wilayah, tetapi juga mencerdaskan rakyat. Bung Karno ingin putra-putri Papua menjadi pemimpin di tanahnya sendiri,” kata mantan Wali Kota Jayapura tersebut.
Kepercayaan Bung Karno terhadap orang asli Papua (OAP) juga dibuktikan lewat penunjukan Eliezer Jan Bonay dan Frans Kaisiepo sebagai Gubernur Irian Barat kala itu. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Bung Karno dalam memberi ruang kepemimpinan bagi masyarakat lokal.
Bagi BTM, warisan terbesar Bung Karno untuk Papua bukanlah bangunan fisik atau jabatan, melainkan nilai-nilai Marhaenisme yang berpihak pada rakyat kecil, gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini selaras dengan ajaran Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Papua yang kaya akan sumber daya alam harus mampu menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Papua yang kaya budaya harus tetap menjaga identitas dan martabatnya. Papua harus maju tanpa kehilangan jati dirinya,” tegasnya.
Di sela-sela acara, BTM menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Pidato Daring (Online) Bulan Bung Karno Tahun 2026. Melalui lomba ini, ia berharap generasi muda Papua terus menghidupkan pemikiran Bung Karno dengan berani menyampaikan gagasan demi kepentingan rakyat.
Baca: Ganjar Tegaskan Sikap PDI Perjuangan di Luar Pemerintahan
Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura yang dinobatkan sebagai DPC terbaik dalam menyukseskan rangkaian Bulan Bung Karno 2026.
Menutup sambutannya, BTM menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh panitia dan kader dari tingkat DPD hingga anak ranting yang telah bekerja keras sejak awal Juni.
“Semangat Bung Karno harus terus menyala di hati seluruh kader. Selama kita tetap berpihak kepada rakyat, PDI Perjuangan akan selalu memiliki kekuatan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

















































































