Ikuti Kami

Tutup Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kabupaten Bogor Titipkan 3 Pesan Proklamator ke Generasi Muda

Doni menegaskan acara ini menjadi jembatan untuk menanamkan tiga pesan penting Bung Karno yang harus menjadi fondasi generasi muda.

Tutup Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kabupaten Bogor Titipkan 3 Pesan Proklamator ke Generasi Muda
​Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat.

Bogor, Gesuri.id  – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor resmi menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dengan menggelar Pasanggiri Rampak Seni Tari di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Selasa (30/6). 

Lewat momentum ini, generasi muda diingatkan kembali pada tiga pesan mendalam sang proklamator.
​Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat, mengungkapkan bahwa kompetisi tari tradisional ini diikuti oleh 30 sanggar seni di Bumi Tegar Beriman.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​"Ini adalah puncak sekaligus penutupan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Khusus untuk pasanggiri tari, kami merangkul sekitar 20 hingga 25 kecamatan dengan total peserta mencapai 30 kelompok tari yang didominasi remaja usia 15–20 tahun," ujar Doni, Selasa (30/6/2026).

​Tak sekadar berkompetisi, Doni menegaskan acara ini menjadi jembatan untuk menanamkan tiga pesan penting Bung Karno yang harus menjadi fondasi generasi muda.

​"Pertama tentang Pancasila, kedua tentang Trisakti Bung Karno, dan ketiga tentang keberpihakan kepada rakyat kecil atau Marhaen," jelasnya.

​Lebih lanjut, Doni menguraikan bahwa konsep Trisakti mencakup kedaulatan di bidang politik, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Poin terakhir inilah yang menjadi napas utama dari digelarnya pasanggiri tari tersebut.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​"Kebudayaan adalah kekuatan bangsa kita. Seni tari tradisional ini harus tetap dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai terkikis zaman, hilang, dan akhirnya hanya menjadi cerita masa lalu," tegas Doni.

Ia berharap generasi muda aktif merawat warisan leluhur agar tidak kehilangan identitas nasionalnya.
​Melihat tingginya antusiasme peserta dan dorongan dari para seniman lokal, Doni berkomitmen untuk menjadikan festival tari tradisional ini sebagai agenda tahunan wajib.

​"Ini baru pertama kali digelar pada periode kepengurusan saya. Ke depan, kami upayakan ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Ini juga memenuhi masukan dari teman-teman peserta sanggar yang rindu akan ruang-ruang apresiasi budaya seperti ini," pungkasnya.

Quote