Mesuji, Gesuri.id — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mesuji, Desta Ardiyanto, S.Pi., M.Ling., menegaskan pentingnya soliditas kader, penguatan organisasi, dan persiapan sejak dini menghadapi Pemilu 2029.
Pesan tersebut disampaikan Desta saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mesuji, Senin (17/8/2026).
Upacara berlangsung secara internal dan diikuti jajaran pengurus DPC, PAC, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Mesuji, kader serta simpatisan partai.
Dalam amanatnya, Desta mengatakan momentum kemerdekaan tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bagi kader PDI Perjuangan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai semangat untuk memperjuangkan kedaulatan rakyat, keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi kita, kader PDI Perjuangan, kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan. Kemerdekaan adalah tentang kedaulatan rakyat,” ujar Desta.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
“Partai Harus Kuat Setiap Hari”
Desta menegaskan, kekuatan partai tidak boleh hanya terlihat ketika memasuki tahun politik. Menurutnya, organisasi harus hadir dan bekerja di tengah masyarakat setiap saat.
“PDI Perjuangan Kabupaten Mesuji tidak boleh hanya kuat ketika menghadapi Pemilu. Kita harus kuat setiap hari. Partai harus hidup di tengah-tengah rakyat dan kader harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran partai memperkuat konsolidasi dari tingkat DPC, PAC hingga ranting dan anak ranting.
Menurut Desta, soliditas tidak berarti seluruh kader harus selalu memiliki pandangan yang sama. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika organisasi.
Namun, ketika keputusan organisasi telah diambil, seluruh kader harus mampu kembali berada dalam satu barisan.
“Partai yang kuat bukan partai yang tidak memiliki perbedaan. Partai yang kuat adalah partai yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan,” katanya.
Pemilu 2029, “Pertarungan” Dimulai Hari Ini
Desta juga menegaskan bahwa Pemilu 2029 tidak boleh dipersiapkan ketika tahapan Pemilu sudah dimulai.
Ia meminta seluruh struktur partai mulai bekerja dari sekarang dengan memperkuat kaderisasi, komunikasi organisasi, pemetaan wilayah serta kedekatan dengan masyarakat.
“Pemilu 2029 harus dipersiapkan mulai hari ini. Setiap hari adalah bagian dari perjuangan menuju kemenangan,” ujarnya.
Menurutnya, kemenangan politik tidak cukup dibangun melalui popularitas, baliho maupun slogan.
Kemenangan membutuhkan organisasi yang solid, kader yang disiplin, strategi yang terukur serta kemampuan membaca dan menjawab persoalan masyarakat.
“Kita harus tahu siapa yang harus kita dekati, siapa yang harus kita rangkul, persoalan apa yang harus kita perjuangkan dan program apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tambah Desta.

Desta: Kritik Pemerintah Bukan untuk Menjatuhkan
Dalam kesempatan tersebut, Desta juga menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai kekuatan penyeimbang terhadap pemerintah, baik di tingkat nasional maupun Kabupaten Mesuji.
Ia mengatakan fungsi penyeimbang harus dijalankan secara kritis sekaligus konstruktif.
“Kita harus menjadi kekuatan penyeimbang yang sehat. Mendukung yang benar, mengkritisi yang keliru,” tegasnya.
Menurut Desta, partai harus memberikan dukungan ketika kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika terdapat kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan rakyat atau daerah, PDI Perjuangan harus berani memberikan kritik dan koreksi.
Ia juga mengingatkan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Mesuji untuk terus menjalankan fungsi representasi rakyat, termasuk mengawal kebijakan pembangunan dan APBD agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kritik kita haruslah kritik yang bertanggung jawab. Bukan kritik untuk menjatuhkan, bukan kritik untuk mencari popularitas, tetapi kritik untuk memperbaiki,” ujarnya.
Bicara Masa Depan Mesuji
Tidak hanya soal organisasi dan Pemilu 2029, Desta juga mendorong kader PDI Perjuangan memiliki gagasan yang lebih besar mengenai masa depan Kabupaten Mesuji.
Ia menilai potensi pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan dan sumber daya manusia harus mampu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Pembangunan infrastruktur, menurutnya, juga harus diarahkan untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda Mesuji untuk bekerja, berusaha dan berkembang.
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
“Inilah politik yang kita inginkan. Politik yang berbicara tentang kehidupan rakyat, politik yang berbicara tentang masa depan anak-anak kita, dan politik yang berbicara tentang bagaimana orang tua dapat hidup lebih layak,” katanya.
“Kita Datang untuk Berjuang, Bukan Saling Menjatuhkan” Menutup amanatnya, Desta mengajak seluruh keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Mesuji menjaga persatuan dan disiplin organisasi.
Ia mengingatkan bahwa setiap kader memiliki posisi penting dalam perjuangan partai.
“Kita datang ke partai ini bukan untuk saling menjatuhkan. Kita datang untuk berjuang, kita datang untuk mengabdi, dan kita datang untuk memenangkan cita-cita politik rakyat,” tegasnya.
Desta kemudian menegaskan bahwa orientasi perjuangan politik PDI Perjuangan harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat.
“Politik adalah tentang untuk siapa kekuasaan itu digunakan. Dan bagi kita, jawabannya jelas: untuk rakyat, untuk wong cilik, untuk Indonesia, untuk Mesuji,” pungkasnya.
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi momentum konsolidasi internal bagi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mesuji untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kaderisasi dan mempersiapkan perjuangan politik menuju Pemilu 2029.

















































































