Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi ll DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Deddy Yevry Hanteru Sitorus, menggelar kegiatan buka puasa bersama masyarakat di Cafe Sayn, Jalan A. Yani, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, dikutip Selasa (10/3/2026).
Dalam sambutannya, Deddy Sitorus menekankan bulan Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta komunikasi yang baik antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 80 orang tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi PDI Perjuangan Arming, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Saddam Husein, kader PDI Perjuangan Nunukan Irsan Humokor, serta Ustaz Wisman yang menyampaikan tausiah keagamaan.
Dalam kesempatan itu, Deddy juga menjelaskan kepada masyarakat terkait intensitas kunjungannya ke daerah yang belakangan dinilai berkurang. Menurutnya, hal tersebut bukan karena menurunnya perhatian terhadap daerah pemilihannya, melainkan karena tuntutan tugas di tingkat pusat yang cukup padat.
Ia menuturkan bahwa saat ini dirinya juga menjalankan tugas pada komisi yang menangani urusan pemerintahan dalam negeri di DPR RI, sehingga mengharuskannya lebih banyak berada di Jakarta untuk menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Selain itu, Deddy turut menyinggung kondisi anggaran negara yang saat ini mengalami penyesuaian akibat adanya sejumlah program prioritas nasional dengan kebutuhan anggaran besar.
Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu agenda besar pemerintah yang memerlukan alokasi dana signifikan dalam APBN.
Menurutnya, dalam sistem keuangan negara berlaku prinsip “zero sum game”, di mana peningkatan alokasi anggaran pada satu program akan berdampak pada pengurangan anggaran di sektor lainnya, termasuk potensi pengurangan pada beberapa program serta dana transfer ke daerah.
Meski demikian, Deddy menegaskan dirinya pada prinsipnya mendukung tujuan dari program-program tersebut, khususnya dalam upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak serta memperkuat perekonomian masyarakat melalui koperasi.
Namun ia mengingatkan agar pelaksanaan program dilakukan secara tepat sasaran dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat kecil.
Ia mencontohkan program makan bergizi seharusnya dapat melibatkan pelaku usaha kecil atau warung di sekitar sekolah sebagai penyedia makanan, sehingga manfaat ekonomi dari program tersebut tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah.
“Jangan sampai anggaran yang sangat besar justru hanya dinikmati oleh pihak-pihak yang memiliki modal besar, sementara masyarakat kecil tidak merasakan dampak yang signifikan,” katanya.
Menutup sambutannya, Deddy berharap momentum Ramadan dapat memperkuat solidaritas masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga semangat kebersamaan demi kemajuan Kalimantan Utara.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus mempererat kedekatan emosional dengan warga di Kabupaten Nunukan.
Dalam kesempatan tersebut, Deddy Sitorus juga menyerahkan bingkisan Lebaran kepada masyarakat sebagaimana yang dilakukannya setiap tahun menjelang Hari Raya.

















































































