Ikuti Kami

DPR Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat

Program pemberdayaan masyarakat khususnya di bidang ekonomi dalam rangka peningkatan perekonomian warga.

DPR Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat
Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto

Cilacap, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mendorong program pemberdayaan masyarakat khususnya di bidang ekonomi dalam rangka peningkatan perekonomian warga.

"Hari ini, kami menyalurkan program bantuan peralatan dan mesin kepada berapa kelompok usaha bersama (KUB) industri kecil dan menengah," katanya di sela penyaluran bantuan fasilitas mesin dan peralatan bagi empat KUB di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/3).

Baca: Rokhmin Didapuk Jadi Dubes Kehormatan Kota Busan

Bantuan fasilitas mesin dan peralatan yang berasal dari Kementerian Perindustrian tersebut ditujukan untuk menumbuhkan serta mendukung wirausaha baru (WUB) industri kecil menengah (IKM).

Ia mengharapkan dengan fasilitasi peralatan dan mesin tersebut, KUB penerima bantuan bisa memroduksi produk yang lebih berkualitas serta pemberian jasanya meningkat sehingga usaha yang dijalani akan terbantu.

Disinggung mengenai kemungkinan bantuan yang diberikan berupa modal usaha, dia mengatakan bantuan berupa peralatan dan mesin jauh lebih aman jika dibandingkan dengan tunai.

"Ya sebenarnya, modal akan dipakai untuk apa, (itu) kan juga untuk beli peralatan dan mesin. Jadi secara tidak langsung, ini sebenarnya bantuan modal, cuma tidak diberikan dalam bentuk tunai. Bahkan mungkin menurut saya lebih aman, (karena) kalau tunai nanti digunakan untuk hal lain, bukan untuk produksi sehingga tidak tepat sasaran," katanya.

Ia mengatakan sebelum bantuan peralatan dan mesin tersebut disalurkan, terlebih dulu dibahas bersama para wirausaha untuk mengetahui kebutuhannya.

 Adisatrya mengakui ada beberapa kendala yang dihadapi wirausaha dalam mengembangkan usaha, salah satunya berkaitan dengan pemasaran meskipun produksinya sudah baik.

"Banyak (wirausaha) yang tidak punya akses terhadap pasar. Padahal, barangnya sudah bagus," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII Cilacap-Banyumas itu.

Baca: Ini Baru Keren, 72,9 % Masyarakat Puas Kinerja Jokowi-JK

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan pemerintah melalui Kemenperin memiliki beberapa program yang ditujukan untuk membantu WUB IKM untuk mencari pasar, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi.

"Sekarang kan semua jualannya sudah melalui 'online'. Tadi disampaikan ada program 'marketplace' atau tempat pemasaran di mana mereka bisa mengakses lewat situs-situs yang sekarang lagi bagus seperti Bulalapak, Tokopedia, nah Kementerian Perindustrian bisa memfasilitasi teman-teman IKM untuk mengakses itu," katanya.

Akan tetapi kuncinya, kata dia, sebelum mengakses tempat pemasaran tersebut, produksinya harus diperkuat lebih dulu agar jangan sampai kerepotan saat ada pesanan dengan jumlah besar.

Dia mengakui kemajuan teknologi di satu sisi memberikan banyak peluang, namun di sisi lain jika reputasinya jelek akan cepat menyebar sehingga konsumen tidak lagi membeli dari produsen tersebut.

"Jadi harus diperkuat dulu pengusahanya sebelum mengakses ke situ (tempat pemasaran, red.)," tegasnya.

Keempat kelompok penerima bantuan peralatan dan mesin dari Kemenperin terdiri atas KUB Kelompok Wanita Tani Wanita Maju Lestari dengan anggota 10 orang yang menerima fasilitas mesin peralatan WUB IKM makanan ringan berbahan baku jamur, KUB Konveksi El Shadai dengan jumlah anggota delapan orang menerima mesin dan peralatan WUB IKM konveksi.

Baca: Jokowi Lakukan Pemerataan Pembangunan Untuk Keadilan

Selanjutnya, KUB Sumbu Urip yang beranggotakan 10 orang menerima fasilitas mesin dan peralatan WUB perbengkelan roda dua, serta KUB Wiji Jaya Motor dengan jumlah anggota sembilan orang menerima fasilitas mesin dan peralatan WUB IKM perbengkelan mobil.

Penyerahan bantuan juga dihadiri Kepala Subdirektorat Program Pengembangan IKM Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kemenperin Ni Nyoman Ambara Eny.

Quote